Berita

Presiden ke-2 RI, Soeharto. (Foto: Antara)

Politik

Tokoh Muhammadiyah dan NU Nilai Soeharto Layak jadi Pahlawan Nasional

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 22:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penilaian sosok Soeharto untuk gelar Pahlawan Nasional tidak bisa dilakukan secara parsial dan sepotong-potong.

Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Makroen Sanjaya mengatakan, dibutuhkan kajian mendalam untuk melihat kiprah Soeharto bagi bangsa Indonesia.

"Kami menilai sosoknya secara komprehensif, tidak bisa sepotong-sepotong. Sejak zaman revolusi kemerdekaan, beliau sudah memberikan kontribusi besar bagi bangsa,” kata Makroen Sanjaya dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 9 November 2025.


Makroen menuturkan, Soeharto berperan penting dalam berbagai fase sejarah bangsa, mulai dari menanggulangi kudeta kelompok kiri pada 1946 hingga memimpin Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

“Ketika itu Pak Harto tampil sebagai tokoh yang mampu menjaga keutuhan negara. Serangan Umum 1 Maret menjadi bukti peran strategis beliau dalam mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Ia juga menyoroti capaian Soeharto di bidang pembangunan nasional yang membuat Indonesia diakui dunia.

“Beliau membawa bangsa ini pada masa swasembada pangan dan diakui secara internasional, bahkan berpidato di forum FAO sebagai bukti pengakuan dunia terhadap Indonesia,” jelas Makroen.

Ia juga mengingatkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa pemimpinnya.

“Dalam filosofi Jawa ada istilah mikul ndhuwur, mendem njero. Tidak ada manusia yang sempurna, tapi kalau kita hanya mencari kesalahan masa lalu, bangsa ini tidak akan maju. Sejarah itu cermin pembelajaran, tapi arah kita tetap ke depan,” pungkasnya.

Senada dengan Makroen, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh NU, KH Arif Fahrudin menilai bahwa kunci kepahlawanan terletak pada dua hal, yaitu jasa dan pengorbanan.

Berkaitan dengan itu, ia menilai Soeharto adalah figur yang memenuhi kriteria tersebut karena telah berjuang sejak masa revolusi hingga menjadi presiden yang membawa stabilitas nasional.

“Beliau berjuang sejak prakemerdekaan, masa transisi, sampai memimpin Indonesia. Sosok yang konsisten menjaga keutuhan bangsa dan membangun dasar kemajuan nasional,” jelasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya