Berita

Presiden Prabowo Subianto di Stasiun Padalarang, Whoosh, Bandung. (Foto: Sekretariat Presiden RI)

Politik

Prabowo Ksatria Ambil Alih Beban Utang Whoosh

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 16:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Prabowo Subianto dianggap sebagai seorang pemimpin yang ksatria dan negarawan karena siap menanggung beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang dilakukan di pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

"Saya melihat apa yang dilakukan Pak Prabowo itu, itu lah sikap sebaik-baiknya seorang pemimpin, ksatria, dan negarawan," kata komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil kepada RMOL, Minggu, 9 November 2025.

Karena kata Kang Tamil, meskipun Whoosh dinikmati oleh kalangan tertentu maupun belum dibutuhkan, sebagai seorang negarawan, Prabowo mengambil langkah yang tepat.


"Apa yang dilakukan Pak Prabowo itu sudah tepat. Hiruk pikuk yang ada di Whoosh itu pada akhirnya harus ditanggulangi oleh pemerintah," terang Kang Tamil.

Meskipun demikian kata akademisi Universitas Dian Nusantara ini, langkah Prabowo itu tidak boleh menghentikan pengusutan dugaan-dugaan tindak pidana korupsi proyek Whoosh.

"Tentu harus dicek. Hari ini kita mendapatkan kajian yang begitu gamblang terhadap masyarakat. Bahwa pengadaan Whoosh dan kereta cepat semacam Whoosh di luar negeri, itu sangat jomplang pembiayaannya," tutur Kang Tamil.

"Dan kemudian kalau kita bicara apakah ini proyek investasi, ternyata ini pinjaman. Paling tidak ini yang berseliweran informasi-informasi di masyarakat yang membuat masyarakat itu menjadi marah. Nah persoalannya masyarakat tidak tahu bahwa kebijakan-kebijakan ini diambil pemerintahan sebelum Pak Prabowo, tapi imbasnya adalah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Pak Prabowo ini jadi berkurang," sambung Kang Tamil menutup.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya