Berita

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta memangkas pohon rawan tumbang. (Foto: PPID DKI)

Nusantara

Distamhut DKI Pangkas Pohon Massal Antisipasi Angin Kencang

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 10:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sebagai antisipasi puncak musim penghujan dan potensi angin kencang hingga Desember 2025, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta menggelar apel penopingan serentak di Posko Pohon Tumbang, Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Pusat, Minggu, 9 November 2025.

Apel yang dipimpin langsung Kepala Bidang Jalur Hijau Distamhut DKI Jakarta, Herlina Merinda, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan unsur kewilayahan dan perangkat daerah lainnya agar penanganan kejadian darurat akibat cuaca ekstrem dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan dan angin kencang di wilayah Jakarta diprediksi meningkat hingga akhir 2025. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana menghadapi cuaca ekstrem.


“Kegiatan penopingan serentak ini merupakan upaya nyata untuk meminimalisir potensi bahaya pohon tumbang di tengah kondisi cuaca ekstrem. Kami memastikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat dinas hingga kecamatan, siap siaga di lapangan dengan peralatan yang memadai,” ujar Herlina.

Distamhut DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Jakarta yang hijau, aman, dan tangguh terhadap perubahan iklim. Penopingan serentak tidak hanya difokuskan pada aspek keselamatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemeliharaan ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga terus melakukan program peremajaan pohon di berbagai titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pohon yang sudah tidak sehat atau berisiko tumbang akan diganti dengan jenis pohon yang lebih adaptif, kuat, dan sesuai dengan kondisi media tanam serta lebar area tajuk.

Selain itu, identifikasi dan evaluasi kondisi kesehatan pohon juga dilakukan, termasuk sistem perakaran, kerapatan tajuk, dan struktur cabang untuk menentukan tindakan yang tepat, baik penopingan, perawatan, maupun penggantian dengan pohon baru.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Distamhut menyiapkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya 156 unit chainsaw untuk pemangkasan dan penopingan, 69 unit truk angkut sampah untuk mengangkut hasil pemangkasan, 15 unit mobil tangga dan 13 unit mobil crane untuk menjangkau pohon besar dan tinggi, serta 20 unit motor trail yang digunakan untuk patroli cepat di lokasi-lokasi sulit dijangkau.

Kegiatan penopingan ini difokuskan di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah DKI Jakarta, meliputi Jalan Teuku Umar dan Jalan Medan Merdeka Selatan (amenitis sisi Monas), Jakarta Pusat dan Jalan Gatot Subroto (samping BRIPENS dan depan The Tower), Jakarta Selatan.

Untuk wilayah Jakarta Pusat meliputi Cideng Barat, Jayakarta, Kramat Raya, Bungur, Cimandiri Cikini, Kebon Kacang, dan Kramat Pulo Tanah Tinggi.

Jakarta Utara menyasar Koja, Cilincing, Pademangan, dan Kelapa Gading. Jakarta Barat di Tanjung Duren Barat, Palmerah, Tamansari, Cengkareng, Kembangan, Tambora, Kebon Jeruk, dan Kalideres.

Jakarta Selatan area Soepomo, Galunggung Guntur, Adyaksa 3, Iskandarmuda, Dharmawangsa VIII, dan sekitar Jalan Guru Amin, Pancoran. Jakarta Timur di Rajiman (Cakung), Pahlawan Revolusi (Pondok Bambu), Otista (Jatinegara), Ahmad Yani (Pulo Gadung), Halim Perdanakusumah, TB Simatupang (Ciracas), serta Jalan Raya Bogor-Hankam.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya