Berita

Kolase Soeharto dan Dr. Sony Santoso. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Layak Jadi Pahlawan

Soeharto Wariskan Stabilitas dan Kemandirian Nasional

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 03:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Forum Kebangsaan Banten, Dr. Sony Santoso menyatakan dukungan penuh atas usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Presiden Soeharto. 

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan jasa para pemimpinnya, termasuk mereka yang pernah mengukir masa penting dalam perjalanan Republik Indonesia.

“Saya kira bangsa ini perlu belajar berdamai dengan sejarahnya sendiri. Tidak ada pemimpin yang sempurna, tapi setiap pemimpin punya jasa besar pada masanya. Pak Harto telah mewariskan stabilitas, pembangunan, dan kemandirian nasional yang harus dikenang,” ujar Sony dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 8 November 2025.
 

 
Menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Blitar, yang menolak pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto karena alasan luka sejarah, Sony menilai bahwa sikap tersebut terlalu emosional untuk dijadikan dasar menilai kelayakan seseorang sebagai pahlawan bangsa.

“Kalau setiap penilaian sejarah didasari luka pribadi, maka bangsa ini akan kelelahan menatap masa depan. Pahlawan itu dinilai dari jasa kepada bangsa, bukan dari selisih masa lalu. Justru dari sejarah itulah kita belajar untuk lebih dewasa dalam bernegara,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Calon Anggota Legislatif DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa rekonsiliasi sejarah adalah jalan menuju kematangan bangsa. Menurutnya, penolakan terhadap Soeharto hanya akan memperpanjang warisan luka yang mestinya sudah disembuhkan dengan kebesaran hati.

“Indonesia ini dibangun dari semangat persaudaraan dan pengorbanan. Kalau kita terus menanam dendam, bagaimana generasi muda bisa belajar makna persatuan? Saatnya kita mewariskan perdamaian, bukan perpecahan,” jelasnya.

Sony juga mengingatkan agar generasi penerus bangsa tidak melupakan jasa dan sejarah para pemimpin terdahulu. Ia menegaskan, mengakui jasa bukan berarti menghapus kesalahan, tetapi memberi ruang objektif bagi sejarah untuk berbicara dengan kejujuran.

“Saya berharap generasi yang akan datang tidak mudah menilai sejarah hanya dengan kacamata masa kini. Ingatlah, Soeharto juga bagian dari perjuangan bangsa. Bangsa yang besar bukan yang sibuk menyalahkan masa lalu, tapi yang mampu berdamai dengannya,” tutupnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya