Berita

Ilustrasi

Kesehatan

Jangan Asal Minum Obat Herbal Saat “Masuk Angin” Tak Kunjung Sembuh

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 20:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masalah perut kembung, mual, dan nyeri ulu hati tidak selalu bisa dianggap hal sepele. Apalagi sekadar menyimpulkan sebagai gejala "masuk angin" dan segera meraih obat herbal instan. 

Namun, bagaimana jika keluhan tersebut tak kunjung hilang, atau bahkan memburuk? Bisa jadi, sebenarnya mengalami penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Menurut artikel di situs Halodoc yang ditinjau oleh dr. Fauzan Azhari, GERD sebenarnya kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa terbakar di dada (heartburn) dan berbagai gejala lain yang seringkali disalahartikan sebagai masuk angin.


Fenomena salah diagnosis ini ternyata banyak dialami oleh netizen di media sosial, yang berujung pada pengalaman tidak menyenangkan setelah mengkonsumsi obat herbal.

Kisah-kisah di TikTok dan Twitter menjadi bukti nyata betapa seringnya masyarakat salah mengartikan gejala GERD. 

"saya pernah kena GERD yang awalnya saya kira masuk angin, kemudian minum Tolak Angin. Buset rasanya kayak mau gak ada aja. Sakit sekali," tulis akun TikTok @mukenxprvqo berbagi pengalamannya.

Menurut artikel di Halodoc itu, ada banyak faktor yang dapat memicu naiknya asam lambung, mulai dari makanan dan minuman hingga gaya hidup. Beberapa di antaranya adalah makanan berlemak tinggi, pedas, asam, serta minuman berkafein dan berkarbonasi. 

Asam lambung juga bisa naik bila Anda menderita obesitas, hernia hiatus, dan kehamilan. Di luar itu, pemicunya bisa gaya hidup yang tak sehat, semisal merokok, stres, dan kebiasaan tidur larut malam.

Sebenarnya, menurut artikel yang sama, gejala GERD yang sering disalahartikan sebagai masuk angin seringkali meliputi rasa panas di dada, mudah kenyang dan sering bersendawa, mual dan muntah serta sakit tenggorokan dan batuk kering.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, terutama jika tidak membaik setelah minum obat biasa, penting untuk mencurigai adanya GERD.

Banyak netizen juga mengeluhkan efektivitas obat herbal instan yang banyak tersedia di pasaran. Efek samping seperti gangguan pencernaan juga menjadi sorotan. 

"Minum Tolak Angin bukannya sembuh, malah bolak-balik toilet," cuit @RizkiDikka.

Artikel Halodoc menekankan, jika mengalami gejala asam lambung lebih dari dua kali seminggu dan gejala tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, segeralah berkonsultasi dengan dokter.  

Dr. Fauzan Azhari menyarankan untuk tidak menunda pemeriksaan agar bisa mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya