Berita

BBM Bobibos. (Instagram: @bobibos)

Politik

Viral Pemain Baru BBM Bobibos, ESDM: Harus Diuji Dulu

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 18:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kemunculan pemain baru di pasar bahan bakar minyak (BBM) dengan merek Bobibos menyedot perhatian publik di tengah polemik stok SPBU swasta yang masih kosong.

Produk tersebut diklaim sebagai inovasi anak bangsa yang siap menantang dominasi BBM eksisting.

Merespon hal ini meski tidak menyoroti nama merek secara spesifik, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman, mengapresiasi inovasi yang dilakukan dalam pengembangan energi.


Namun, ia menegaskan produk tersebut harus melewati berbagai teknis yang ada untuk bisa dipasarkan di dalam negeri.

"Saya tidak berani menyebut nama dan lain-lain, tapi tidak mengurangi apresiasi saya terhadap inovasi anak bangsa. Tapi seperti yang saya jelaskan, untuk menguji suatu BBM lalu menjadi bahan bakar, itu minimal delapan bulan, baru kita putuskan apakah ini layak atau tidak," kata Laode dikutip Sabtu, 8 November 2025.

Laode juga meluruskan kabar yang menyebut Bobibos telah mendapatkan sertifikasi dari Lemigas. Menurutnya, produk tersebut baru sampai tahap pengajuan uji laboratorium.

"Kalau minta uji berarti kan hasilnya laporan hasil uji, bukan sertifikasi ya. Ini saya perlu luruskan, biar tidak terjadi simpang siur. Kemarin saya juga dapat, oh sudah disertifikasi. Saya luruskan di sini bahwa ini belum disertifikasi," ujarnya.

Ia menegaskan, proses legal untuk mengesahkan suatu BBM hingga dapat dijual ke masyarakat harus melalui tahapan yang ditetapkan pemerintah agar inovasi BBM baru dapat masuk ke pasar secara resmi.

Ia mencontohkan, sebelumnya juga ada inovasi BBM dari plastik yang mencuat ke publik. Namun, semua produk harus mengikuti prosedur.

"Ada juga kan dari plastik pernah tuh. Seperti ini banyak, tapi kita tidak ingin menanggapi satu per satulah. Saya ingin menyampaikan prosedur legal bagaimana suatu BBM tersebut disahkan oleh pemerintah untuk menjadi bahan bakar resmi," tutur Laode.

Adapun Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! BBN yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula (Sultan Sinergi Indonesia Group) ini diciptakan melalui riset panjang selama 1 dekade oleh Founder Bobibos M. Ikhlas Thamrin bersama tim.

Bobibos diluncurkan di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor pada Minggu 2 November 2025. Produk itu disebut berasal dari tanaman yang mudah tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di lahan persawahan. 

Ikshan mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa bahan bakar Bobibos memiliki RON mendekati 98, dengan performa yang mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar solar konvensional, dengan harga yang lebih murah.

"Karena ini menyangkut kepentingan banyak orang, Bobibos sedang dalam proses koordinasi dengan pemerintah agar sesuai regulasi sebelum diproduksi massal dan dijual bebas. Kami berkomitmen menghadirkan solusi energi rakyat: harga terjangkau, kurangi polusi, kurangi impor, dan manfaat langsung untuk masyarakat Indonesia," katanya dalam keterangan resmi.


Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya