Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Tekno

Ketinggalan Teknologi AI, Apple Minta Bantuan Google

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 12:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Apple dikabarkan akan menggunakan model kecerdasan buatan (AI) milik Google untuk memperkuat kemampuan asisten suaranya, Siri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Apple mengejar ketertinggalannya di bidang AI.

Menurut laporan Bloomberg News, yang dikutip Sabtu 8 November 2025, Apple telah menyepakati kerja sama dengan Google senilai sekitar 1 miliar Dolar AS (sekitar Rp16 triliun) per tahun untuk mendapatkan akses ke model AI Gemini milik Google, yang memiliki 1,2 triliun parameter, jauh lebih besar dan kompleks dibandingkan sistem AI Apple saat ini.

Apple disebut akan menggunakan teknologi Gemini sebagai solusi sementara sambil menyiapkan sistem AI-nya sendiri. Kesepakatan ini tidak termasuk rencana untuk mengintegrasikan chatbot Gemini langsung ke Siri atau menambahkan fitur pencarian AI Google ke sistem operasi Apple.


Selama ini, Siri dinilai masih kalah dari Alexa (Amazon) dan Google Assistant, terutama dalam menangani perintah yang rumit dan berinteraksi dengan aplikasi pihak ketiga.

Sebelumnya, Apple sempat mengumumkan bahwa peningkatan besar pada Siri yang berbasis AI akan ditunda hingga 2026, tanpa menjelaskan alasan penundaannya. Sementara itu, para pesaingnya seperti Google dan Amazon sudah lebih dulu meluncurkan versi asisten suara berbasis AI mereka.

Baru-baru ini, CEO Apple Tim Cook dilaporkan telah melakukan perombakan besar di divisi AI, dengan menunjuk Mike Rockwell untuk memimpin pengembangan Siri setelah kehilangan kepercayaan terhadap kepala AI sebelumnya, John Giannandrea.

Baik Apple maupun Google belum memberikan komentar resmi terkait kerja sama ini.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya