Berita

Chief Economist Juwai IQI Global, Shan Saeed. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Ekonom Shan Saeed: Inflasi RI Terkendali, Pertumbuhan Terjaga

RABU, 05 NOVEMBER 2025 | 03:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ekonom global mengapresiasi kemampuan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. 

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga konsumen utama sebesar 2,86% secara tahunan (YoY) dan 2,10% secara tahun kalender (YtD). Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mengendalikan harga sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Chief Economist Juwai IQI Global, Shan Saeed menilai capaian tersebut sebagai bukti disiplin kebijakan ekonomi nasional. 


“Moderasi ini yang berada dalam kisaran 2%-3% mencerminkan ketepatan kebijakan moneter Bank Indonesia dan efektivitas pengelolaan fiskal yang terukur,” kata Saeed dikutip Rabu 5 November 2025.

Saeed mengatakan, stabilitas nilai tukar rupiah sepanjang tahun memperkuat kepercayaan publik terhadap ortodoksi moneter Indonesia dan menegaskan ketahanan eksternal ekonomi nasional.

Menurut Saeed, kombinasi inflasi yang rendah dan pertumbuhan yang kuat merupakan cawan suci dalam manajemen makroekonomi modern. 

“Koeksistensi antara inflasi rendah dan pertumbuhan yang kuat menjadi cawan suci dalam manajemen makroekonomi, melindungi daya beli masyarakat sekaligus mendorong pembentukan modal produktif,” kata Saeed. Kondisi ini, menurut dia, menjadikan Indonesia salah satu ekonomi berkembang paling tangguh di Asia.

Konsistensi kebijakan antara pemerintah dan otoritas moneter, lanjut Saeed, telah menghasilkan sinergi yang memperkuat fondasi ekonomi nasional. 

“Sinergi kebijakan ini memperkuat fondasi ekonomi nasional, menghasilkan kepercayaan pasar dan stabilitas sosial yang terjaga,” kata Saeed.

Optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga tercermin dari kinerja pasar modal dan arus investasi asing langsung (FDI) yang tetap positif. 

IHSG tercatat naik sekitar 7,5% secara tahunan hingga mencapai kisaran 8.272 poin, sementara FDI tahun 2024 menembus 24,1 miliar dolar AS. 

“Narasi pasar saham tetap konstruktif, sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Saeed. 

Ia menilai momentum tersebut memperkuat reputasi Indonesia sebagai magnet bagi modal berkualitas, “didukung oleh arsitektur kebijakan reformis dan kedalaman institusional.”

Dengan inflasi yang diperkirakan menurun menuju ambang 2% dan pertumbuhan PDB di sekitar 5,8%, Indonesia kini berdiri sebagai teladan ketahanan makro di kawasan ASEAN. 

Dalam pandangan Saeed, Indonesia adalah tangan yang stabil di tengah turbulensi global, sekaligus simbol kemakmuran yang disiplin.

Pernyataan ini menegaskan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia terus bergerak maju dengan fondasi kuat, kredibilitas tinggi, serta kebijakan yang berpihak pada keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya