Berita

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa, 4 November 2025. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Kemensos Siapkan Skema Masa Depan Alumnus Sekolah Rakyat

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 21:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan sedang fokus menyiapkan skema lanjutan atau hilirisasi bagi para alumnus Sekolah Rakyat, sehingga mereka dapat langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 

Pernyataan ini disampaikan di hadapan para menteri saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa, 4 November 2025. 

"Sekarang yang kita sedang proses ini adalah hilirisasi. Jadi kita tidak boleh membiarkan mereka yang lulus dari Sekolah Rakyat nanti akhirnya jadi pengangguran," kata Gus Ipul di hadapan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto; Menteri UMKM Maman Abdurrahman; Menteri P2MI Mukhtarudin; Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya; Menteri Koperasi Ferry Juliantono; dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko.


Ia menjelaskan, berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto, ada dua jalur yang akan disiapkan. Pertama, bagi lulusan yang ingin melanjutkan kuliah, maka pemerintah akan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk memfasilitasi hal tersebut.

Kemudian, bagi lulusan Sekolah Rakyat Menengah Atas yang ingin langsung bekerja, pemerintah juga akan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memenuhi kebutuhan itu.

"Kemarin saya sudah berbicara dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian P2MI sama Kemendikti Saintek sudah ketemu. Insya Allah, perguruan tinggi negeri milik pemerintah semuanya akan menampung anak-anak lulusan SMA dari Sekolah Rakyat yang memang ingin kuliah. Tapi yang ingin bekerja nanti bekerja sama-sama beliau ini salah satunya," jelasnya.

Sementara untuk alumnus Sekolah Rakyat jenjang SMP yang memiliki kemampuan akademik memadai akan langsung dikirim ke Sekolah Garuda untuk melanjutkan pendidikan. 

“Mudah-mudahan ini bisa berhasil," harapnya.

Gus Ipul mengungkapkan, hingga kini Sekolah Rakyat sudah beroperasi di 166 titik di seluruh pelosok Indonesia dengan jumlah siswa hampir mencapai 16 ribu orang. Ke depan jumlah ini akan terus bertambah dengan target 500 titik di seluruh Indonesia. 

Selain memperluas jangkauan sekolah rakyat, Gus Ipul menegaskan, orang tua para siswa juga menjadi prioritas program pemberdayaan dan didorong menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.

Diharapkan kelak mereka bisa terlepas dari jerat kemiskinan dan hidup lebih mandiri. Sebab, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

"Ini adalah bagian dari pengentasan kemiskinan. Nanti anaknya lulus, keluarganya juga lulus. Kita harapkan keluarga, orang tua dari siswa Sekolah Rakyat menjadi prioritas dari program pemberdayaan," pungkasnya.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya