Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Transformasi Digital: Jembatani UMKM dari Gudang Lokal ke Omzet Miliaran Rupiah

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 14:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selalu menjadi tulang punggung ekonomi, menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 

Namun, di tengah gempuran perubahan perilaku konsumen yang beralih ke ranah digital, tantangan terbesar UMKM adalah transformasi digital, bagaimana tetap relevan, bersaing, dan memperluas jangkauan pasar tanpa perlu modal fisik besar.

Kisah tiga brand lokal; Jims Honey (tas), Sovlo (produk seni), dan Kanky (sepatu), menjadi studi kasus nyata tentang bagaimana adopsi teknologi dan pemanfaatan ekosistem e-commerce mampu melipatgandakan dampak ekonomi.


1. Jims Honey: Dari Gudang Kecil Menjadi Raksasa E-commerce
Perjalanan Jims Honey dimulai dari sebuah gudang sederhana. Ia bertransformasi dari usaha rumahan menjadi merek dengan omzet miliaran, setelah memanfaatkan platform digitsl sejak 2021 dan menggunakan ratusan affiliate aktif. 

CEO Jims Honey, Hanny Zeng, menyebutkan ia membuka peluang bagi siapa pun, dari ibu rumah tangga hingga mahasiswa, untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual produk mereka. 

Dalam keterangannya di Jakarta baru-baru ini, ia menyebutkan bahwa model affiliate ini membuktikan kekuatan kolaborasi komunitas dalam memperluas jangkauan penjualan tanpa perlu investasi pemasaran konvensional yang besar.

2. Sovlo: Memanfaatkan Data dan Konten Kreatif
Sovlo fokus pada pembangunan ekonomi berbasis talenta lokal, dengan memonetisasi karya 54 ilustrator. Platform e-commerce menjadi jembatan utama yang membantu mereka menjual ribuan unit per bulan melalui konten video dan sistem afiliasi yang fleksibel. 

Co-Founder SOVLO, Afra Viena, menjelaskan bahwa brand ini  menghubungkan kreativitas dengan peluang pasar yang berkelanjutan. Saat ini, Sovlo telah menyeleksi dan memonetisasi karya 54 ilustrator lokal melalui proses kurasi ketat. Pendekatan berbasis konten ini dinilai efektif untuk memperkuat narasi brand dan memperluas audiens secara organik.

3. Kanky: Kekuatan Komunitas dan Data Analitik di Industri Sepatu
Pendiri Kanky, Alfonsus Ivan Kurniadi, membuktikan bahwa industri sepatu lokal mampu bersaing. Dengan fasilitas produksi di Surabaya dan kantor pusat di Bandung, Kanky kini telah mempekerjakan lebih dari 1.200 karyawan.

Menurut Alfonsus, platform digital tidak hanya berfungsi sebagai channel penjualan, tetapi sebagai ruang utama untuk memahami pelanggan melalui fitur data analitik. 

Penggunaan data ini memungkinkan Kanky menargetkan pasar Gen Z dan pecinta sneakers secara lebih efektif. Keterlibatan di acara komunitas sneakers yang didukung ekosistem e-commerce terbukti berhasil menggandakan penjualan mereka pada kampanye besar.

Kesuksesan brand-brand tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan UMKM dalam era digital bergantung pada tiga pilar; yaitu  transformasi konten, kemitraan afiliasi, dan adopsi fitur e-commerce.

Dengan kolaborasi yang kuat antara inovasi brand lokal, pemanfaatan teknologi, dan dukungan ekosistem e-commerce yang inklusif, UMKM Indonesia tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga siap bersaing, dan menjadikan kreativitas lokal sebagai komoditas global yang bernilai tinggi. 

Kesuksesan Jims Honey, Sovlo, dan Kanky juga menjadi cerminan bagaimana dua platform besar seperti Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia membangun ekosistem digital yang memberdayakan pelaku usaha lokal. Melalui kampanye jualan nyaman dan Guncang 11.11, kedua platform ini menghadirkan penawaran terbaik bagi pelanggan sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi brand lokal di seluruh wilayah di Indonesia. 

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya