Berita

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan dalam pertemuan dengan diplomat dari negara-negara Arab dan Muslim di Istanbul, Senin, 3 November 2025 (Foto: YouTube Al-Jazeera)

Dunia

Turki Desak Israel Hentikan Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Turki mendesak Israel segera menghentikan pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata di Gaza dan membuka akses bagi bantuan kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyampaikan hal itu usai pertemuan para diplomat dari negara-negara Arab dan Muslim di Istanbul, Senin, 3 November 2025. Pertemuan tersebut membahas rencana 20 poin yang diajukan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Gaza, termasuk usulan pembentukan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Fidan menegaskan bahwa Israel telah “secara teratur melanggar gencatan senjata” dan menghalangi masuknya makanan serta obat-obatan ke Gaza. “Kami tidak ingin genosida terulang kembali di Gaza. Kami ingin gencatan senjata berlanjut dan solusi damai dua tahap diterapkan,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Selasa 4 November 2025.


Ia juga menyerukan agar tekanan internasional terhadap Israel terus dilakukan. Menurut data yang dibahas dalam pertemuan itu, hampir 250 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober.

Serangan besar-besaran terbaru Israel dilancarkan setelah terjadi sengketa mengenai penyerahan jenazah tawanan. Dalam serangan selama 24 jam, lebih dari 100 orang, termasuk 46 anak-anak, dilaporkan tewas.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya