Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Impor RI September Naik 7,17 Persen Tembus Rp338 Triliun

SENIN, 03 NOVEMBER 2025 | 15:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor Indonesia mencapai 20,34 miliar Dolar AS (sekitar Rp 338,7 triliun) pada September 2025. Nilai tersebut naik 7,17 persen dibandingkan tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan mayoritas impor RI dari sektor nonmigas yang tercatat naik 7,62 persen.

“Nilai impor migas sebesar 2,64 miliar Dolar AS atau naik 4,29 persen secara tahunan. Sementara nilai impor nonmigas 17,70 miliar Dolar AS dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 7,62 persen,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 3 November 2025.


Sementara itu untuk periode Januari–September 2025, total impor RI tercatat 176,32 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 2.937 triliun, tumbuh 2,62 persem dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Nilai impor migas tercatat 23,75 miliar Dolar AS  atau turun 11,21 persen. Sementara nilai impor non migas tercatat 152,58 miliar Dolar AS  atau naik 5,17 persen,” ujar Pudji.

Menurut penggunaannya, impor barang modal menjadi motor utama kenaikan.

“Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai 35,90 miliar Dolar AS atau naik 19,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil sebesar 3,36 persen,” katanya.

Peningkatan terbesar berasal dari mesin/perlengkapan elektrik, mesin peralatan mekanis, serta kendaraan dan bagiannya.

Sementara itu, impor bahan baku penolong justru turun 0,74 persen menjadi 124,4 miliar Dolar AS dan impor barang konsumsi juga turun 2,06 persem menjadi 16,02 miliar Dolar AS.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya