Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Popularitas Purbaya Bisa Terjun Bebas Jika Hanya Andalkan Gimik

MINGGU, 02 NOVEMBER 2025 | 12:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Popularitas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang kini tengah menjadi sorotan publik bisa saja berubah sewaktu-waktu. Sebab dalam dunia politik, tidak ada jaminan seseorang akan terus disukai atau berada di puncak survei elektabilitas.

“Apakah Purbaya akan terus konsisten dibicarakan oleh publik, masuk dalam radar survei, dan mendapat respons positif? Tidak ada jaminan,” ujar Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, lewat kanal Youtube miliknya dikutip Minggu, 2 November 2025.

Menurutnya, popularitas bersifat sangat fluktuatif, tergantung dari langkah dan gaya politik yang dilakukan oleh tokoh tersebut. 


“Hari ini populer, besok bisa terjun bebas. Semua tergantung manuver politik yang dilakukan,” tegasnya.

Adi menilai karakter blak-blakan dan gaya “koboi” Purbaya menjadi salah satu faktor yang membuatnya menarik perhatian publik. Namun, jika gaya itu mulai hilang, maka simpati publik bisa menurun drastis.

“Kalau Purbaya tiba-tiba di kemudian hari tidak lagi memakai gaya koboinya, tidak lagi blak-blakan, tidak lagi gaspol, maka respons publik akan negatif. Siap-siap saja menteri ini akan dibully dan dikritik,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa popularitas tidak akan bertahan lama jika tidak diikuti dengan kebijakan nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. 

“Kalau gaya politik Purbaya hanya sebatas gimik atau retorika politik tanpa melahirkan kebijakan yang esensial di bidang ekonomi, maka siap-siaplah, orang seperti Purbaya yang kini paling populer bisa kehilangan dukungan publik,” tutupnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya