Berita

Merlin (dua dari kiri) bersama siswa lain di Sekolah Rakyat Menengah Atas 29 Jayapura. (Foto: Dok. Kemensos)

Nusantara

Kisah Merlin, Remaja Jayapura yang Baru Bisa Lancar Membaca Berkat Sekolah Rakyat

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 15:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Merlin Julens Marisan, remaja asal Jayapura akhirnya bisa membaca dengan lancar setelah masuk di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura.

Guru SRMA 19 Jayapura, Sinta Ari Susanti mengungkap, Merlin baru terdeteksi buta huruf setelah diterima sebagai siswi kelas 1 SRMA 29 Jayapura di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura. 

Hasil asesmen, Merlin pernah tinggal kelas saat SD karena sakit lumayan lama namun akhirnya dinyatakan lulus dan mengantongi ijazah. Dia juga mengantongi ijazah SMP negeri dan tampak sudah lancar mengeja serta menulis nama lengkapnya.


Namun, belakangan terungkap, dia lancar menulis dan melafalkan nama lengkapnya karena faktor hafalan semata.

“Makanya ketika awal tidak terdeteksi, ada ijazahnya lulus SD dan SMP. Waktu di-coaching diajarin huruf, ternyata saya dalami lagi dia buta huruf, abjad belum hafal,” ujar Sinta dalam siaran pers Kementerian Sosial, Sabtu, 1 November 2025.

Kondisi ini bukan tanpa sebab. Merlin selama ini banyak tersita waktunya dengan membantu kedua orangtua mengurus tujuh adiknya hingga tak sempat belajar. Merlin adalah anak kedua dari 10 bersaudara.

Setiap hari selama bertahun-tahun, dia harus membantu mengurus adik-adiknya sejak baru bangun tidur. Mulai dari menyiapkan susu, memandikan, ganti baju, menyuapi makanan, hingga menjaga mereka.

Tak cuma sibuk mengasuh adik-adiknya, sejak usia belia dia juga ikut berjibaku membantu menyiapkan kebutuhan di dapur. Tak heran dengan segala keterbatasan akademiknya dia pandai memasak.

“Masak ikan, sayur, bikin sambal, rebus kasbi, masak mie, buat kopi, bapak kalau minum kopi Marlin bikin. Adik-adik sukanya susu, ada yang masih pakai dot ada yang sudah tidak,” ucap Merlin.

Merlin menyebut ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan, sementara mamanya hanya ibu rumah tangga biasa. Dengan penghasilan tak menentu, kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari segi ekonomi cukup terbatas.

Namun mereka sudah memiliki rumah sendiri di kawasan Polimak, Jayapura, meski kondisinya ala kadarnya. Kendati demikian, kemampuan membiayai pendidikan dan kesehatan anggota keluarga menjadi tantangan tersendiri.

Beruntung, sekolah rakyat hadir memberi kesempatan Merlin melanjutkan pendidikan untuk meraih cita-citanya. Selain meringankan beban orang tua, dia mengaku betah tinggal di asrama sekolah rakyat karena fasilitasnya lengkap serta mendapat perhatian penuh.

“Senang, bahagia karena teman-teman baru, guru-guru baru, punya kakak-kakak wali asuh yang baik, makan dapat, seragam putih, pramuka, baju training, sepatu. Tidak ingin keluar-keluar,” ucapnya.

Melihat keterbatasan kemampuan akademik Merlin, para guru tidak tinggal diam. Mereka berusaha mengejar ketertinggalan dia dari teman-temannya dengan pendekatan khusus. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengetahui akar masalah serta membangkitkan semangat belajarnya.

Bersama 99 rekannya di SRMA 29 Jayapura, Merlin kini berjuang keluar dari belenggu kebodohan dan kemiskinan. Meski perjuangannya masih panjang untuk menatap masa depan yang lebih baik setidaknya nyala harapannya tetap terjaga.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya