Berita

Komisaris KBS, Revitriyoso Husodo (Foto: KBS)

Bisnis

Target Rp5 Triliun: Bos KBS Minta Negara Tinjau Ulang Rute Impor

KAMIS, 30 OKTOBER 2025 | 12:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), atau yang dikenal sebagai Krakatau International Port (KIP), menetapkan ambisi besar untuk menjadi pemain utama logistik nasional dengan target revenue Rp2,2 triliun di tahun ini bisa terwujud dan target pendapatan hingga  Rp5 triliun pada tahun 2029 bisa tercapai. 

Hal ini ditekankan oleh Komisaris KBS, Revitriyoso Husodo, di mana ia mendorong seluruh jajaran untuk menjadikan profesionalisme dan efisiensi sebagai budaya kerja utama. 

Menurutnya target tersebut bukan sekadar mimpi. Target itu hanya bisa diwujudkan jika perusahaan dan yang lebih penting pemerintah, berani menerapkan budaya efisiensi total. 


Efisiensi harus menjadi budaya kerja di seluruh lini, katanya. Mulai dari penyederhanaan proses internal hingga penggunaan sumber daya seminimal mungkin. Namun, langkah paling strategis yang ia dorong adalah reformasi kebijakan logistik nasional.

Ia secara terbuka mengusulkan agar pemerintah meninjau ulang alokasi penunjukan pelabuhan impor. Revitriyoso berargumen bahwa memaksa produk Banten dikirim ke Tanjung Priok, atau mengarahkan impor buah dan sayur Pulau Jawa melalui Tanjung Perak di Surabaya, adalah pemborosan waktu dan biaya.

"Konsumen terbanyak ada di Jabodetabek," ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis 30 Oktober 2025. 

Mengalihkan impor komoditas ke KBS di Cilegon akan memotong rantai distribusi. Dampaknya ganda; pertama biaya logistik akan terpangkas, membuat harga barang impor seperti buah dan sayur menjadi lebih murah bagi konsumen. Kedua, secara signifikan mendongkrak pendapatan KBS menuju angka Rp5 triliun.

Inisiatif ini menempatkan KBS dalam posisi sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada profit internal, tetapi juga berani menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik di tingkat nasional.  Untuk mencapai tujuannya, KBS kini mendesak sinergi antara semangat profesionalisme internal dan dukungan kebijakan strategis dari Bea Cukai. 

Upaya ini sejalan dengan arahan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhamad Akbar Djohan, bahwa KBS merupakan bagian penting dari ekosistem Krakatau Steel Group yang terus memperkuat sinergi dan daya saing logistik nasional.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya