Berita

Ilustrasi (Foto: Bangkok Post)

Global

Thailand Lobi China untuk Beli Setengah Juta Ton Beras

KAMIS, 30 OKTOBER 2025 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, akan meminta langsung kepada Presiden China Xi Jinping agar Beijing mempercepat keputusan pembelian 500.000 ton beras Thailand saat keduanya bertemu di KTT APEC di Korea Selatan.

“Saya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengangkat isu penting, khususnya usulan impor beras yang tidak hanya akan meningkatkan pendapatan nasional, tetapi juga memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan Tiongkok,” ujar Anutin sebelum berangkat ke Seoul, dikutip dari Bangkok Post, Kamis 30 Oktober 2025.

Menteri Perdagangan Suphajee Suthamphan menambahkan, pihaknya akan berkunjung ke China bulan depan untuk menuntaskan perjanjian pembelian beras antar-pemerintah (G-to-G) serta memperluas kerja sama di sektor pertanian. China sendiri telah menjadi mitra dagang terbesar Thailand selama 12 tahun berturut-turut, dengan nilai perdagangan mencapai 96 miliar Dolar AS dalam delapan bulan pertama tahun ini.


Dalam pertemuan APEC, Anutin dijadwalkan hadir di dua sesi utama pertemuan. Kedua sesi itu akan membahas strategi memperkuat perdagangan, investasi, dan pemanfaatan AI serta inovasi untuk pertumbuhan yang inklusif.

Selain itu, Anutin juga akan berpidato di KTT CEO APEC dengan tema “Bridge, Business, Beyond” serta melakukan pertemuan dengan Koalisi AS-APEC, salah satu jaringan bisnis terbesar di Amerika Serikat.

Pada malam hari, Perdana Menteri Thailand dijadwalkan menghadiri jamuan khusus para pemimpin APEC yang diselenggarakan oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, di mana ia diperkirakan akan melakukan diskusi informal dengan sejumlah pemimpin dunia.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya