Berita

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

SKK Migas Perkuat Sistem Pengamanan untuk Dongkrak Lifting Migas Nasional

SELASA, 28 OKTOBER 2025 | 20:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan pentingnya penguatan sistem pengamanan Hulu Migas untuk mendorong peningkatan lifting migas nasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan bahwa aspek keamanan tidak lagi bisa dipandang semata sebagai urusan operasional teknis, melainkan telah menjadi faktor strategis yang menentukan keberhasilan produksi migas.

“Tantangan untuk meningkatkan lifting migas bukan hanya terkait masalah teknis atau ekonomis, tetapi juga terkait dengan keandalan operasi di lapangan. Ini tidak akan tercapai tanpa sistem pengamanan yang kuat, responsif, dan terintegrasi,” ujar Djoko dalam sambutan secara virtual pada Rapat Kerja Pengamanan Hulu Migas 2025 di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 Oktober 2025.


Rapat kerja ini dilakukan bersama rapat kerja bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), TNI/Polri, kementerian, dan pemerintah daerah dalam merumuskan arah baru sistem pengamanan sektor hulu migas nasional.

Menurut Djoko, pengelolaan keamanan di sektor Hulu Migas menjadi sangat penting di tengah banyaknya ancaman seperti illegal drilling, illegal refinery, sabotase, konflik sosial, hingga isu keamanan di wilayah perbatasan. Untuk itu, penerapan manajemen pengamanan berbasis risiko perlu dilakukan.

“Pengamanan Hulu Migas merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara SKK Migas, KKKS, aparat keamanan negara baik TNI maupun Polri harus diperkuat,” tegasnya.

Djoko memaparkan sejumlah langkah yang perlu dilakukan antara lain penguatan koordinasi, pelaksanaan patroli bersama, pengembangan early warning system, serta pembentukan information sharing platform untuk membangun sistem pengamanan yang terpadu, responsif, dan preventif.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan sosial dalam menjaga keamanan aset strategis negara tersebut.

“Fakta menunjukkan bahwa banyak potensi gangguan terhadap kegiatan operasi migas berangkat dari persoalan sosial, ekonomi, dan komunikasi. Untuk itu, pendekatan community based security atau CBS perlu terus diperkuat,” jelas Djoko.

Melalui pendekatan partisipatif, dialog sosial, dan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, SKK Migas, katanya, akan terus mendorong agar Program Pengembangan Masyarakat (PPM) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat harmonisasi antara KKKS dan masyarakat. 

"Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas ekonomi lokal, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur sosial," pungkasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya