Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: RMOL)
Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: RMOL)
Zainul menilai, penerbitan SK prematur dan bertentangan dengan prinsip kepastian hukum, peraturan perundang-undangan, serta asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB). Pasalnya, kata dia, penerbitan SK tidak sejalan dengan AD/ART PPP, dan ketentuan UU Partai Politik, hingga Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 34 Tahun 2017.
"Dengan demikian, keputusan tersebut dinilai melanggar AUPB, khususnya Asas Kepastian Hukum, Asas Kecermatan, dan Asas Ketidakberpihakan," kata Zainul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 28 Oktober 2025.
Populer
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
Senin, 29 Desember 2025 | 01:10
Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54
Senin, 29 Desember 2025 | 08:40
Senin, 29 Desember 2025 | 13:09
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
UPDATE
Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59
Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43
Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23
Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59
Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42
Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20
Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53
Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41
Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24
Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02