Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama adiknya, Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Detik.Com)

Publika

Sogokan Miliaran Dolar AS

SELASA, 28 OKTOBER 2025 | 09:13 WIB

BELUM lama ini, adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo membocorkan informasi yang mencengangkan sekaligus sangat memprihatinkan. 

Prabowo ditawari duit 1 miliar dolar AS dan Hashim 1,5 miliar dolar AS.

Bukan tentang nilainya yang demikian besar, tetapi juga cara pandang yang berani untuk "menyogok" seorang Presiden bahkan juga kepada adiknya.


Kalau tingkat kejahatan sudah demikian super levelnya, maka tak dapat dibayangkan bagaimana sindikat ini telah mampu menguasai oknum-oknum pejabat di bawah level Presiden. Tentu saja ini bukan suatu hal yang mustahil.

Jadi kita semakin yakin mengapa cukup banyak kelompok elite yang tersebar dalam birokrasi kekuasaan maupun pebisnis terkait kekayaan alam, tambang dan migas, secara halus menyerang, bahkan dalam konteks tertentu memiliki niatan menjatuhkan kekuasaan Presiden Prabowo.

Tidak mustahil ada dalang-dalang di balik upaya makar di penghujung Agustus lalu. Suatu indikasi kuat akan keterkaitannya.

Memang harus diakui betapa beratnya beban rintangan dan hadangan yang dihadapi Presiden Prabowo dalam jangankan membangun negeri ini.

Membenahi saja sudah menguras energi dan pikiran melihat dahsyatnya persoalan bangsa dan negara ini. Terutama pasca pesta pora penjahat kerah putih selama sepuluh tahun kekuasaan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Persoalan yang ditinggalkan Jokowi cs ternyata jauh lebih buruk dari yang tampak di permukaan selama ini.

Secercah harapan rakyat telah menjadi sebongkah keyakinan dan kepercayaan kuat bahwa Presiden Prabowo sungguh tegak lurus bersama upaya melindungi dan mensejahterakan rakyatnya. Sehingga tentunya jangan pernah ragu bahwa Presiden tahu persis mana pembantunya yang tulus dan lurus dan yang mana bulus dan culas.

Persoalan bangsa yang seharusnya mudah, mengingat sedemikian besarnya kekayaan alam yang terkandung, berubah menjadi pelik dan rumit akibat keserakahan dan kerakusan dari elemen-elemen kekuasaan selama ini.

Hal ini tampak dari banyaknya pejabat tinggi negara, terkhusus yang berada dalam lingkaran Jokowi dengan tingkat kekayaan yang melonjak secara "ajaib".

Presiden Prabowo dibantu oleh tim dan lembaga kepresidenannya telah dengan sistematis melakukan langkah-langkah penyelesaian dan penanganan yang dibutuhkan bangsa ini.

Setiap kebijakannya adalah cahaya harapan yang membesarkan hati rakyat, sementara semakin mengecilkan hati para penjahat negara yang bersembunyi menanti pertanggung jawaban atas perbuatannya. 

Apa yang terungkap oleh Kejaksaan, KPK termasuk juga segala yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan adalah bagian dari episode "langkah Prabowo" yang sangat amat mencerahkan harapan bagi tegaknya kedaulatan rakyat.

Bayangkan Presiden dan adik Presiden hendak diumpan dengan jumlah dolar AS sedemikian besarnya yang dalam nilai rupiah bisa mencapai 25 triliun.

Ini menunjukan betapa buruknya mental para pejabat negara ini di mata mereka. Namun baik Presiden maupun adiknya dengan tegas menyatakan "No". Tidak. Semoga Presiden, adik Presiden dan keluarga besarnya diberikan hidayah yang sebesar-besarnya.

Adian Radiatus
Pemerhati sosial dan Politik

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya