Berita

Gelaran acara UNCTAD 16 (Foto: Dokumen Pribadi)

Dunia

MBG Dapat Sorotan Positif di Forum PBB

SENIN, 27 OKTOBER 2025 | 15:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Pemerintah Indonesia mendapat sorotan positif dalam forum PBB di Jenewa, Swiss.

Menurut Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Ruddyard pada Senin, 27 Oktober 2025, bahasan terkait MBG diangkat dalam rangkaian The Sixteenth Session of the United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD 16). 

Saat itu Indonesia menggelar acara sampingan bertajuk “From Trade to Table: Leveraging Integrated Trade-Development to Ensure Sustainable and Resilient Food System and Nutrition Programs”  pada 22 Oktober 2025. 


Nama besar yang hadir di antaranya Perwakilan Luz Maria de la Mora perwakilan dari UNCTAD, Braulio Morera dari World Economic Forum (WEF), Shannon Howard dari World Food Programme (WFP), Afshan Khan dari Scaling Up Nutrition (SUN) Movement, dan Sarwono dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Febrian menyampaikan bahwa program MBG mencerminkan pendekatan baru pembangunan Indonesia yang menempatkan manusia dan ketahanan pangan sebagai inti strategi nasional.

“Program ini memperkuat rantai pasok lokal, memberdayakan pelaku usaha kecil, dan memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Febrian dalam keterangannya, Senin, 26 Oktober 2025.

Menurut Febrian, pengalaman Indonesia dalam pelaksanaan MBG sejalan dengan semangat UNCTAD 16 yang menekankan transformasi ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan. 

Pendekatan berbasis permintaan seperti MBG dapat menjadi contoh bagi negara berkembang lain untuk menjadikan perdagangan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menambahkan, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan di berbagai sektor ekonomi.

“Selain sektor pangan, MBG juga memberikan multiplier effect pada industri pengolahan, konstruksi, keuangan, logistik, dan teknologi digital,” jelasnya.

Berdasarkan data KADIN Indonesia tahun 2023, lebih dari 66 juta pelaku UMKM kini memiliki peluang untuk terlibat dalam rantai pasok bahan pangan bergizi. 

Permintaan yang terstruktur terhadap produk lokal melalui MBG menciptakan stabilitas pendapatan bagi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM, sekaligus memperkuat ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya