Berita

Kebersamaan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Zulhas Bangga Prabowo Dipuji Trump Atas Peran RI Wujudkan Perdamaian Timur Tengah

SENIN, 27 OKTOBER 2025 | 13:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas peran besar Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam forum ASEAN Summit 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memuji peran penting Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membantu terciptanya kesepakatan damai di Timur Tengah. 

Pujian tersebut menjadi sorotan dunia internasional dan dianggap sebagai tonggak baru diplomasi Indonesia di kancah global.


Menurut Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, pernyataan Presiden Trump itu merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi damai Indonesia yang kini semakin diakui dan dihormati.

“Pujian Trump kepada Prabowo di ASEAN Summit untuk kontribusi penting Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah adalah kabar besar yang patut dibanggakan seluruh rakyat Indonesia serta umat Islam dunia. Trump bahkan menyebutkan perdamaian semacam ini tak pernah terjadi dalam sejarah 3000 tahun,” ujar Zulhas lewat keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia telah tampil sebagai bangsa yang menebarkan misi perdamaian sesuai nilai-nilai Al-Qur’an.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia telah menjadi bangsa yang menjalankan sepenuhnya pesan al-Quran di QS al-Hujurat ayat 9, ‘Fa-aslihû bainahumâ’, maka damaikanlah kedua pihak yang bertikai,” kata Zulkifli Hasan.

Zulhas yang juga jabat Menko Pangan itu menyampaikan rasa terima kasih atas keteladanan Presiden Prabowo yang dinilainya mencerminkan nilai-nilai Islam dalam praktik diplomasi global.

“Terima kasih Presiden Prabowo, karena telah memberi teladan yang ‘islâhin bayna an-nâs’, membawa perdamaian di tengah manusia (QS An-Nisa: 114). Di tengah bangsa-bangsa yang berselisih, Indonesia justru menjadi bagian yang memperkuat perdamaian dunia. Karena sesungguhnya ‘As-sulhu khair’, perdamaian atau rekonsiliasi itu lebih baik (QS An-Nisa:128),” tutur Zulhas.

Zulhas menambahkan keberhasilan diplomasi ini menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia dan umat Islam di seluruh dunia, sekaligus menunjukkan peran strategis Indonesia sebagai jembatan perdamaian global di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya