Berita

Mantan Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Kemenko Marves)

Politik

Luhut Pandjaitan Bukan Tipe Anak Buah

SENIN, 27 OKTOBER 2025 | 05:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Manuver Luhut Binsar Pandjaitan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebenarnya bisa dibaca sejak awal. Luhut yang dipercaya sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) diyakini akan banyak memberi masukan kepada pemerintahan.

"Sudah menjadi rahasia umum LBP (Luhut) akan angkat suara jika itu menyangkut kepentingannya," kata Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto kepada RMOL, Senin, 27 Oktober 2025.

Penegasan tersebut disampaikan Hari berkaitan dengan fenomena politik Luhut. Di era Jokowi, Luhut dikenal sebagai menteri segala urusan karena banyak menduduki jabatan.


Sementara baru-baru ini, Luhut terang-terangan meminta Prabowo untuk tidak mau diatur organisasi buruh. Padahal, Prabowo dikenal cukup dekat dengan buruh.

Luhut juga meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuntik dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA). 

Menurut Hari, sosok Luhut yang dipercaya menduduki posisi strategis sejak era Presiden Joko Widodo ini bukan tipikal yang suka diatur. Apalagi, Jenderal TNI (Purn) ini juga berhubungan lama dengan Prabowo sejak masih di militer.

"Perlu dicatat, LBP bukan tipe anak buah. Dia adalah 'komandan' dari dua presiden," pungkas Hari.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya