Berita

Mantan Presiden Joko Widodo dan Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara)

Politik

Mengurai Benang Kusut Whoosh Bisa Dimulai dari Luhut

SENIN, 27 OKTOBER 2025 | 01:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Polemik kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang belakangan diduga terjadi markup anggaran bisa diungkap lewat kekuatan politik DPR.

Sebagai lembaga negara pengawas pemerintah, DPR bisa memanggil pihak-pihak yang sejak awal terlibat langsung menggarap proyek bersama China ini.

Pengamat politik dari Motion Cipta (MC) Matrix, Wildan Hakim berpandangan, salah satu yang bisa dimintai keterangan DPR adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.


"Pak Luhut berikut anak buahnya bisa dimintai keterangan agar duduk perkara proyek ini diketahui publik. Kalau memang janggal, lantas kenapa dilanjutkan," kata Wildan kepada RMOL, Minggu, 26 Oktober 2025.

Di era Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Luhut dipercaya ikut mengurusi proyek Whoosh yang kini terlilit utang kepada China.

Wildan lantas menyoroti pernyataan Luhut yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Luhut baru-baru ini menyebut, proyek Whoosh sudah bermasalah sejak awal perencanaan. 

"Pasti saat itu ada pressure group yang meminta agar Whoosh tetap dilanjutkan meski sudah diketahui busuk dan janggal," pungkas Wildan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya