Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: RMOLJabar)

Politik

KDM Top Bongkar "Permainan" Aqua, Sekarang Tinggal Dana Mengendap

MINGGU, 26 OKTOBER 2025 | 11:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Langkah Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi membongkar proses produksi air mineral Aqua patut diapresiasi. Namun, urusan pengendapan dana daerah di sistem perbankan tetap harus ditangani.

Pengamat politik dari Motion Cipta (MC) Matrix, Wildan Hakim mengatakan, penggunaan sumur bor dalam proses produksi air mineral Aqua mencuat berkat aksi Kang Dedi Mulyadi atau KDM saat melakukan inspeksi ke pabrik Aqua di Subang Jabar. Klaim air pegunungan alami yang selama ini menjadi materi iklan Aqua dipatahkan berkat inspeksi langsung KDM yang kemudian viral di unggahan media sosial.

"Dengan jumlah konsumen yang sangat besar dan menguasai pangsa pasar air minum dalam kemasan, temuan KDM ini sukses memicu polemik dan perbincangan di tengah masyarakat. Meski status perusahaan pemegang brand Aqua adalah private, isu soal sumber airnya menjadi diskusi publik karena produknya banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia," kata Wildan kepada RMOL, Minggu, 26 Oktober 2025.


Menurut Wildan, polemik seputar sumber air Aqua berpeluang “mengamankan” KDM dari terpaan isu soal pengendapan dana daerah di sistem perbankan Indonesia.

Selaku Gubernur Jabar, publik sebenarnya juga tengah menunggu apa gebrakan si Bapak Aing itu dalam membongkar pengendapan dana daerah yang pernah disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

Seharusnya kata Wildan, dana daerah tersebut dibelanjakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kalau diendapkan dan diambil bunganya, publik berhak bertanya siapa penerima bunganya dan digunakan untuk apa bunga bank yang bernilai besar tersebut.

"Dalam sistem bernegara kita, gubernur merupakan wakil pemerintah pusat di provinsi. Temuan Menkeu Purbaya tentang pengendapan dana daerah harus direspons oleh KDM selaku Gubernur Jabar," terang Wildan.

Dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia menilai, respons KDM kelak bisa menular ke gubernur lain di Indonesia, yakni membuat terobosan dengan mendorong agar dana daerah dibelanjakan secara tepat, provinsi lain diharapkan bisa meniru terobosan tersebut.

"Di balik aksi-aksi Dedi Mulyadi yang sukses membongkar dan menyelesaikan beragam soal, publik berharap agar KDM memberikan perhatian khusus untuk isu substansial. Yakni langkah konkret dalam memanfaatkan dana daerah yang mengendap di sistem perbankan Indonesia," pungkas Wildan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya