Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto: AP)

Dunia

Trump Ngamuk, Mendadak Hentikan Perundingan Dagang dengan Kanada

SABTU, 25 OKTOBER 2025 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mendadak menghentikan seluruh pembicaraan perdagangan dengan Kanada setelah menuduh pemerintah negara itu menayangkan iklan yang mengutip dengan salah pernyataan mantan Presiden Ronald Reagan. 

Iklan anti-tarif tersebut, yang diproduksi oleh pemerintah provinsi Ontario, ditayangkan di saluran televisi AS dan dianggap menyesatkan publik tentang kebijakan tarif Trump.

Lewat unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut iklan itu “palsu” dan menuduh Kanada berusaha mencampuri keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif globalnya. 


“KANADA TERKECOH! Mereka telah lama menipu tarif, membebankan biaya hingga 400 persen kepada petani kami," tulis Trump di media sosial, dikutip dari AFP, Sabtu 25 Oktober 2025.

Yayasan Ronald Reagan mengonfirmasi bahwa iklan yang dimaksud telah menggunakan potongan audio dan video dari pidato Reagan tahun 1987 tentang perdagangan. Namun yayasan itu menilai potongan tersebut dipakai secara keliru hingga “salah menggambarkan” pandangan Reagan, dan kini tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pemerintah Ontario.

Dalam pidato aslinya, Reagan memperingatkan bahwa tarif tinggi dapat memicu pembalasan dari negara lain dan menimbulkan perang dagang. Namun Trump menegaskan sebaliknya, bahwa Reagan justru “mendukung tarif demi keamanan nasional AS.”

Keputusan Trump datang hanya dua minggu setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Gedung Putih. Saat itu hubungan kedua pemimpin terlihat akrab, dan Trump bahkan memuji Carney sebagai “pemimpin kelas dunia.” Namun kini hubungan kedua negara kembali memburuk.

Meski hubungan dagang memanas, kedua negara masih terikat dalam perjanjian perdagangan bebas USMCA yang memastikan sebagian besar perdagangan lintas batas tetap tanpa tarif. Namun dengan tensi politik yang meningkat, masa depan kesepakatan ini kini semakin tidak pasti menjelang tinjauan ulang pada 2026.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya