Berita

Bank Mandiri menggelar Mandiri Mikro Fest (MMF) 2025. (Foto: Bank Mandiri)

Bisnis

Bank Mandiri Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan Lewat MMF 2025

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 15:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. 

Tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, bank bersandi saham BMRI ini turut berkomitmen untuk mengakselerasi pelaku usaha mikro naik kelas melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Konkretnya, bank berlogo pita emas ini menggelar Mandiri Mikro Fest (MMF) 2025 yang merupakan program kolaboratif yang digagas untuk mempercepat pertumbuhan pelaku usaha mikro dari hulu hingga hilir. 


SVP Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan menyatakan, program ini berlangsung di tiga kota besar yaitu Medan, Surabaya, dan Jakarta. 

“Dengan semangat Sinergi Majukan Negeri, kami ingin memastikan setiap pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berkembang, memperluas lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan sektor produktif nasional,” kata Bayu melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 23 Oktober 2025.

Langkah ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas pembangunan nasional. Melalui MMF 2025, Bank Mandiri tidak hanya menghadirkan solusi pembiayaan, tetapi juga ekosistem pendukung yang memperkuat daya saing sehingga UMKM Siap untuk Naik Kelas.

Pada tahap awal pelaksanaan MMF, Bank Mandiri melakukan proses kurasi terhadap sekitar 1.000 pelaku usaha mikro potensial di setiap kota. Peserta terpilih selanjutnya akan mengikuti festival interaktif yang dihadiri lebih dari 2.000 pengunjung di setiap kota, sebagai ajang promosi produk dan perluasan jaringan bisnis.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan intensif dan mentoring  dari pelaku industri yang sudah berpengalaman pada sektor usahanya dengan topik pembelajaran mencakup strategi pemasaran, pencatatan keuangan, perluasan produk, dan pengenalan layanan perbankan di Rumah BUMN.

Usai menyelesaikan rangkaian pelatihan, pelaku usaha terpilih di setiap kota akan mengikuti program Hyperlocal. Melalui program ini, produk mereka akan diulas oleh influencer lokal sebagai upaya memperluas jangkauan pasar dan mempererat keterlibatan konsumen di media sosial.

Program Hyperlocal menerapkan strategi pemasaran yang tersegmentasi berdasarkan wilayah, memetakan konsumen lokal dan menyesuaikan konten sesuai karakter komunitas setempat. Dengan begitu, ulasan influencer lokal tidak hanya meningkatkan visibilitas produk, tetapi juga membangun kepercayaan pada audiens di kawasan yang relevan.

Pada tahap Champion UMKM, peserta yang lolos seleksi akan memaparkan rencana ekspansi usaha untuk dua hingga tiga tahun ke depan. Presentasi ini menjadi momentum bagi pelaku usaha merancang strategi pertumbuhan dan arah bisnis jangka menengah agar usahanya bisa berkembang lebih produktif dan kompetitif di pasar.

Di akhir rangkaian, Bank Mandiri akan menobatkan pelaku usaha terbaik per kota sebagai Best Finalist MMF 2025 simbol keberhasilan transformasi pelaku mikro menuju wirausaha tangguh dan berdaya saing tinggi. 

Sepanjang Tahun 2025 hingga Bulan Agustus, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit mikro senilai Rp40,95 triliun kepada 337.793 pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya