Berita

Terminal LPG Tanjung Sekong Banten. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Terminal LPG Tanjung Sekong Tulang Punggung Kebutuhan LPG Nasional

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 12:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Terminal LPG Tanjung Sekong Banten menjadi salah satu infrastruktur vital storage energi nasional dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total kebutuhan LPG Indonesia.

Terminal yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET) ini beroperasi sejak 2012 dan mengalami peningkatan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada tahun 2020. Terminal ini berperan penting memastikan ketersediaan energi rumah tangga dan industri di seluruh Indonesia.

“Terminal ini memikul tanggung jawab besar dalam memastikan pasokan energi tetap aman dan berkelanjutan untuk kebermanfaatan masyarakat, khususnya kebutuhan LPG setiap hari di rumah tangga,” kata Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, Kamis, 23 Oktober 2025. 


Terminal tersebut menerapkan protokol Health, Safety, Security, Environment (HSSE) ketat di area kerja serta upaya edukasi masyarakat sekitar mengenai keselamatan energi.

“Para perwira di Tanjung Sekong tidak hanya fokus pada operasi, tetapi juga aktif berinteraksi dan berbagi pengetahuan keselamatan dengan masyarakat sekitar,” tambah Arya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal, Bayu Prostiyono menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat aspek HSSE dan ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam setiap aktivitas operasional.

“Sebagai fasilitas vital nasional, kami memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar keselamatan internasional dan prinsip keberlanjutan,” ujar Bayu.

Sebagai perwujudan aspirasi menjadi world class green terminal, serta bagian dari komitmen Pertamina terhadap Net Zero Emission (NZE) 2060, Terminal LPG Tanjung Sekong juga mengimplementasikan berbagai inovasi ramah lingkungan dan energi terbarukan di berbagai lini operasi. 

“Sejak Desember 2023, terminal ini telah menggunakan Renewable Energy Certificate (REC), sinergi BUMN. Selain itu, On-Grid Solar System berkapasitas 85,5 kWp berhasil mereduksi 16,61 ton CO? sepanjang tahun 2023,” tambah Bayu.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya