Berita

Logo tesla (Foto: Tesla)

Bisnis

Laba Tesla Turun Tajam Imbas Pertumbuhan Mobil Listrik China

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tesla mencatat peningkatan pendapatan sebesar 12 persen pada kuartal ketiga tahun ini, namun laba bersihnya justru menurun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Rabu malam, 22 Oktober 2025, Tesla menyebut telah menjual hampir 500.000 mobil listrik selama kuartal ketiga. Lonjakan ini terjadi karena banyak warga Amerika Serikat membeli mobil sebelum insentif pajak federal senilai 7.500 Dolar AS berakhir pada 1 Oktober.

Menurut laporan CNBC, total pendapatan Tesla naik menjadi 25,18 miliar Dolar AS, dengan pendapatan dari sektor otomotif meningkat 6 persen menjadi 21,2 miliar Dolar AS dari 20 miliar Dolar AS tahun lalu.


Meski begitu, laba bersih Tesla anjlok 37 persen menjadi 1,37 miliar Dolar AS, atau 39 sen per saham, turun dari 2,17 miliar Dolar AS, atau 62 sen per saham pada tahun sebelumnya.

Perusahaan memperkirakan penjualan akan menurun tajam pada kuartal keempat karena insentif pajak tersebut sudah tidak berlaku lagi. Padahal, sekitar setengah dari total pendapatan Tesla berasal dari pasar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, Tesla kini menghadapi persaingan global yang semakin ketat, terutama dari produsen mobil listrik asal China, BYD. Perusahaan tersebut diperkirakan akan menyalip Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia tahun ini, meski BYD belum menjual produknya di AS.

Faktor lain yang turut menekan kinerja Tesla adalah reaksi negatif publik terhadap aktivitas politik sang CEO, Elon Musk.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya