Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street: Saham Netflix Ambles usai Laporan Kuartalan Mengecewakan

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 08:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street melemah di tengah laporan keuangan berbagai perusahaan yang bervariasi.  

Musim laporan keuangan kuartal ketiga kini telah berlangsung.  Sekitar 86 persen perusahaan di indeks S&P 500 berhasil merilis laporan yang melampaui estimasi Wall Street. Analis memperkirakan pertumbuhan laba kuartal ketiga sebesar 9,3 persen secara tahunan, naik dari estimasi 8,8 persen pada awal Oktober, menurut data terbaru LSEG .

Pelemahan Wall Street juga dipicu oleh kekhawatiran ketegangan dagang AS-China. Menurut laporan  Reuters,  pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor baru yang mencakup berbagai produk, mulai dari laptop hingga mesin jet, sebagai balasan atas pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth) yang diberlakukan Beijing. 


Trump di media sosialnya mengatakan dia berharap dapat mengadakan "pertemuan yang sangat sukses" dengan Presiden China Xi Jinping.

Dikutip dari Reuters, berikut pergerakan ekuitas utama di Wall Street pada penutupan perdagangan Rabu 22 Oktober 2025.

- Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 334,33 poin atau 0,71 persen menjadi 46.590,41
- S&P 500 turun 35,95 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.699,40
- Nasdaq Composite Index kehilangan 213,27 poin atau 0,93 persen men jadi 22.740,40

Dari 11 sektor utama dalam indeks berbasis luas S&P 500, industri mencatat pelemahan terbesar, sedangkan energi menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi.

Saham Netflix ambles hingga 10,1 persen setelah perusahaan streaming tersebut melaporkan laba kuartalan di bawah ekspektasi, memicu kekhawatiran tentang valuasi saham yang dinilai terlalu tinggi. Saham Texas Instruments juga merosot 5,6 persen  setelah memberikan proyeksi pendapatan dan laba yang lebih rendah dari perkiraan.

Indeks Philadelphia Semiconductor, yang sepanjang tahun ini mencatat kinerja unggul berkat euforia kecerdasan buatan (AI), jatuh 2,4 persen, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada Senin lalu.

Di bursa NYSE , jumlah saham yang turun 1,47 kali lebih banyak dibandingkan yang naik, dengan 142 saham mencetak harga tertinggi baru dan 63 saham menyentuh level terendah. Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 24,76 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata 20,60 miliar dalam 20 hari transaksi terakhir.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya