Berita

Yenny Wahid, Komisaris Independen dan ESG Ambassador Bukalapak bersama dengan Bambang Suprijadi, Direktur Revenu, berfoto bersama para pemenang Kompetisi PUJAAN Vol. 4 (Foto: BUKA)

Bisnis

Yenny Wahid: UMKM Perempuan adalah Penjaga Digital Keluarga

RABU, 22 OKTOBER 2025 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di balik peluang digital yang besar, terdapat risiko serius seperti penipuan online, kejahatan siber, dan yang paling meresahkan, judi online. Komisaris Independen dan ESG Ambassador BUKA Group, Yenny Wahid, menekankan, risiko ini kini mengancam setiap rumah tangga, termasuk anak muda. 

Hal itulah yang kini menjadi fokus BUKA Group. Grup perusahaan berbasis teknologi ini baru saja merampungkan program unggulannya, PUJAAN (Perempuan Jagoan Pencari Cuan) Vol. 4. 

Program dengan tema Festival Perempuan Berdaya dan Berkarya ini bukan sekadar pelatihan bisnis biasa, melainkan sebuah komitmen nyata untuk membentengi dan memberdayakan mayoritas pelaku usaha mikro Indonesia: kaum perempuan. PUJAAN Vol. 4 menekankan dua hal krusial yaitu literasi keuangan dan kesadaran anti-penipuan/anti-judi online.


"Di era digital saat ini, banyak keluarga yang kini menghadapi risiko baru, yakni penipuan daring, kejahatan siber, hingga maraknya judi online," ujar Yenny Wahid, di Jakarta, Selasa 1 Oktober 2025. 

Menurut Yenny, perempuan memiliki posisi strategis untuk menjadi penjaga digital keluarga karena mereka tidak hanya mengelola ekonomi rumah tangga, tetapi juga dapat berperan aktif dalam membangun kesadaran digital yang sehat di lingkungan sekitar.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga menegaskan bahwa judi online adalah bencana sosial yang merusak hampir seluruh sendi kehidupan keluarga. Ia pun mengapresiasi program PUJAAN. Menurutnya, penguatan literasi digital pada perempuan, sebagai garda terdepan keluarga, sangat krusial untuk membentengi orang-orang terdekat dari ancaman ini.

Hal senada ditekankan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku OJK, Friderica Widyasari Dewi. Ia mengingatkan pentingnya sinergi untuk memperkuat perempuan wirausaha, sekaligus berhati-hati menggunakan layanan keuangan digital dengan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis.

Melalui PUJAAN, diharapkan dapat tercipta komunitas perempuan yang saling mendukung dan menjadi tulang punggung ekonomi serta ketahanan keluarga. Sesuai pesan inspiratif dari Yenny Wahid; : "Menjadi jagoan bukan hanya tentang siapa yang paling kuat,  tapi tentang siapa yang terus berusaha, yang mau belajar, dan yang tidak berhenti berbuat baik."

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya