Berita

Alat berat mulai hancurkan East Wing Gedung Putih (Foto: Akun X The Washington Post)

Global

Sayap Timur Gedung Putih Mulai Dibongkar untuk Ruang Dansa Trump

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 08:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pekerja dengan alat berat mulai melakukan penghancuran sebagian East Wing di Gedung Putih untuk membangun proyek ambisius Presiden Donald Trump, ruang dansa raksasa senilai 250 juta Dolar AS (sekitar Rp4 triliun). 

Langkah ini langsung menarik perhatian publik. Foto-foto pembongkaran memperlihatkan fasad dan jendela Sayap Timur runtuh berkeping-keping, disaksikan langsung oleh para jurnalis dari taman dekat Departemen Keuangan. Di tengah kritik, Trump tetap membanggakan proyek tersebut. 

“Kami sedang melakukan banyak pembangunan, yang mungkin Anda dengar secara berkala. Itu baru saja dimulai hari ini,” katanya saat menjamu tim bisbol Louisiana State University di Ruang Timur Gedung Putih, dikutip dari AFP, Selasa 21 Oktober 2025.


Gedung Putih belum mengonfirmasi apakah rencana pembangunan itu telah diserahkan untuk peninjauan. Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional (NCPC), yang biasanya menyetujui proyek federal, mengatakan mereka tidak memiliki yurisdiksi atas “pembongkaran atau persiapan lokasi.” Namun, banyak pihak menilai proyek ini seharusnya tetap diawasi karena menyangkut bangunan bersejarah negara.

Trump pertama kali mengumumkan proyek ruang dansa ini pada Juli lalu. Ia menegaskan bahwa bangunan baru tidak akan merusak Gedung Putih asli. “Akan berada di dekatnya, tetapi tidak menyentuhnya. Itu tempat favorit saya. Saya menyukainya,” ujar Trump, menyebut proyek itu sebagai “penghormatan” pada sejarah Amerika.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, sebelumnya memastikan tidak ada bagian penting Gedung Putih yang dihancurkan. Menurutnya, kantor di Sayap Timur hanya akan dipindahkan sementara selama pembangunan dan area tersebut akan dimodernisasi.

Ruang dansa seluas 9.000 meter persegi ini diklaim akan menampung hingga 999 tamu, ebih besar dari kapasitas 200 orang di East Room, ruangan terbesar Gedung Putih saat ini. Trump menyebutnya sebagai jawaban atas kebutuhan “tempat yang pantas” untuk menjamu para pemimpin dunia tanpa harus menggunakan tenda atau paviliun di halaman belakang.

Jika rampung, proyek ini akan menjadi perubahan terbesar pada kompleks Gedung Putih sejak Balkon Truman dibangun pada 1948. Pekerjaan persiapan sudah dimulai sejak September, dan Trump menargetkan ruang dansa megah ini siap sebelum akhir masa jabatannya pada Januari 2029.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya