Berita

Presiden AS Donald Trump memegang dokumen yang ditandatangani pada 13 Oktober dalam sebuah pertemuan puncak di Sharm El Sheikh, Mesir, untuk mendukung diakhirinya perang di Gaza (Foto: Associated Press)

Global

Trump Ancam Basmi Hamas jika Langgar Gencatan Senjata

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 08:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap kelompok Hamas setelah pecahnya kembali kekerasan di Jalur Gaza, meski ada kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin, 20 Oktober 2025, Trump mengatakan bahwa pihaknya memberi Hamas “sedikit kesempatan” untuk mematuhi perjanjian damai yang disusun oleh pemerintah AS. Ia menegaskan bahwa jika Hamas melanggar kesepakatan, mereka akan menghadapi konsekuensi berat.

“Kami membuat kesepakatan agar Hamas berperilaku baik. Jika tidak, kami akan datang dan membasmi mereka,” tegas Trump seperti dikutip dari RT Selasa, 21 Oktober 2025. Ia juga menambahkan bahwa AS siap bertindak cepat dan keras jika kekerasan terus berlanjut.


Pernyataan Trump muncul setelah gencatan senjata yang digagas pemerintahannya terancam runtuh. Awal Oktober lalu, Israel dan Hamas menandatangani perjanjian damai 20 poin yang mencakup penghentian serangan lintas batas serta pembukaan jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Namun pada Minggu, situasi kembali memanas. Serangan bersenjata Palestina menewaskan dua tentara Israel, dibalas dengan serangan udara Israel yang menewaskan sedikitnya 28 warga Gaza. Meski kedua pihak kembali menyatakan komitmen terhadap gencatan senjata, ketegangan di lapangan belum mereda.

Selain bentrokan dengan Israel, Gaza juga dilanda kekacauan internal. Pertempuran antara Hamas dan kelompok bersenjata pesaing menewaskan sedikitnya 32 orang selama akhir pekan, memperburuk kondisi keamanan di wilayah yang sudah hancur akibat perang berkepanjangan.

Dalam rencana perdamaian yang disusun Trump, Hamas diwajibkan melucuti senjata dan menyerahkan kendali administratif Gaza kepada otoritas sementara. Sejak memenangkan pemilu Palestina tahun 2006 dan berseteru dengan Otoritas Palestina di Tepi Barat, Hamas tetap berkuasa di Gaza tanpa pemilu baru, sementara dukungan terhadap kelompok itu masih kuat di kalangan sebagian warga.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya