Berita

Kolase Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Mentan Amran Sulaiman. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Survei Terbaru IPI:

Mayoritas Warga Puas dengan Kinerja Menko Zulhas dan Mentan Amran

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 02:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, lembaga survei PT Indeks Politica Indonesia (IPI) merilis hasil survei nasional terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kabinet Merah Putih pada Senin, 20 Oktober 2025.

Hasil survei menunjukkan 80,2 persen responden menyatakan cukup puas dan sangat puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran. 

Sementara itu, 15,2 persen menyatakan kurang puas atau tidak puas, dan 4,6 persen memilih tidak menjawab.


Direktur PT IPI, Suwadi Idris Amir, menyebut hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat menilai arah kebijakan pemerintahan berjalan dengan baik dan konsisten mendukung stabilitas nasional serta pembangunan ekonomi.

Menurut hasil survei PT IPI, beberapa faktor yang mendorong tingkat kepuasan publik antara lain:

1. Ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian berjalan baik, karena mayoritas masyarakat masih mengandalkan sektor pertanian sebagai landasan hidup masyarakat. Dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi bisa lebih stabil ke depan,

2. Penguatan pada sektor pertahanan membuat stabilitas politik dan keamanan nasional dianggap kuat,

3. Diplomasi luar negeri yang aktif dan tegas membuat Indonesia makin disegani.

4. Komitmen pada lingkungan dan energi bersih yang kuat dan memuaskan publik.

5. Peningkatan mutu pendidikan dan SDM makin ditingkatkan, membuat publik puas.

6. Di samping menilai kinerja Presiden dan Wapres, PT IPI juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih.

Untuk kategori menteri koordinator, hasil survei menunjukkan:

1. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (10,4 persen),
2. Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, 
Agus Harimurti Yudhoyono (10,1 persen),
3. Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra (9,2 persen),
7. Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (8,9 persen),
8. Menko PMK, Pratikno (7,3 persen),
9. Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (6,4 persen),
10. Menko Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago (0,7 persen).

Sebanyak 47,1 persen responden tidak memberikan jawaban dalam kategori ini. Airlangga Hartarto (8,9 persen),
Menko PMK, Pratikno (7,3 persen),
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (6,4 persen),
Menko Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago (0,7 persen).

Sebanyak 47,1 persen responden tidak memberikan jawaban dalam kategori ini.

Sementara untuk menteri teknis, 10 besar teratas yang dianggap berkinerja baik dan memuaskan kinerjanya di satu tahun kerja kabinet merah putih adalah:

1. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (4,8 persen),
2. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin (4,3 persen),
3. Menteri Luar Negeri, Sugiono (4,2 persen),
4. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (4,1 persen),
5. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (4,0 persen),
6. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir (3,6 persen),
7. Menteri Agama, Nasaruddin Umar (3,1 persen),
8. Menteri Pekerjaan Umum, Raden Dodi Hanggodo (2,2 persen),
9. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (2,0 persen),
10. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (2,0 persen).

Menteri-menteri lainnya memiliki tingkat apresiasi di bawah 2 persen, dengan 28,1 persen responden tidak memberikan jawaban.

Suwadi menambahkan, capaian tersebut menggambarkan bahwa publik mulai melihat hasil kerja nyata para pembantu Presiden, khususnya di sektor pertanian dan pertahanan yang berperan langsung dalam menjaga stabilitas pangan, ekonomi, dan keamanan nasional.

Ia menilai, Amran mendapat apresiasi penilaian teratas sebab figur nya dianggap serius memerangi mafia pangan. 

Selain itu, sektor pertanian juga berkontribusi cukup besar menggerakkan perekonomian masyarakat satu tahun ini.

Sementara itu, Sjafrie dianggap berperan besar memperkuat kekuatan militer untuk pertahanan bangsa dan membuat pengaruh Indonesia makin kuat ke mancanegara.

"Itulah kenapa kedua menteri tersebut berada di dua besar menteri mendapat penilaian tinggi terhadap kinerja nya di satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran," papar Suwadi.

Sebagai informasi, survei PT IPI dilakukan pada 5-12 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. 

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95-97 persen dan margin of error ±3 persen.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya