Berita

Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (Foto: BRI)

Bisnis

BRI Perluas Akses Kredit Perumahan

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 10:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah melalui perluasan akses Kredit Program Perumahan (KPP). Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat target pembangunan tiga juta rumah yang ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan, sektor perumahan memiliki efek pengganda yang luas terhadap perekonomian.

“Program rumah subsidi ini menyejahterakan banyak keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi. Melalui KPP dan KPR FLPP, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan yang layak dan terjangkau, serta menjadi bagian dari upaya besar mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Hery dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan bertajuk “Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat” di Regale International Convention Centre, Medan, dikutip redaksi Senin 20 Oktober 2025.


Dalam acara tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait turut mengapresiasi sinergi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat dalam mempercepat penyediaan hunian rakyat.

“Saya melihat BRI siap mendukung penuh pelaksanaan program perumahan rakyat. Pegawai BRI mampu menjawab langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Ini membuktikan bahwa BRI bukan sekadar penyalur pembiayaan, tapi mitra nyata masyarakat di lapangan,” kata Maruarar.

Senada, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai sektor perumahan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Program Tiga Juta Rumah berkontribusi sekitar dua persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain memperkuat sektor properti, program ini juga menyerap tenaga kerja lintas bidang,” jelas Tito.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution ikut menyoroti tingginya angka backlog perumahan di wilayahnya yang mencapai 938 ribu rumah tangga. “Masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni. Tambahan kuota program 3 Juta Rumah menjadi dorongan besar agar semakin banyak warga Sumut bisa menikmati hunian yang terjangkau,” tegas Bobby.

KPP BRI disalurkan dari dua sisi yaitu supply dan demand. Dari sisi supply, BRI telah mendukung UMKM pengembang, kontraktor, dan penyedia bahan bangunan untuk meningkatkan kapasitas penyediaan rumah. Dari sisi demand, BRI menyediakan pembiayaan bagi UMKM individu untuk pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah yang juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat usaha.

Hingga 7 September 2025, BRI mencatat penyaluran KPR Subsidi FLPP sebanyak 25.080 unit rumah, atau 100 persen dari total kuota, menjadikan BRI sebagai bank dengan penyerapan FLPP tertinggi di antara seluruh Himbara. Kuota tersebut naik signifikan dari 17.000 unit pada 2024 menjadi 25.000 unit pada 2025, atau tumbuh 47 persen yoy.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya