Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Inteligence)

Bisnis

Investor Lari ke Emas Bikin Bitcoin Terpuruk Siang Ini

SABTU, 18 OKTOBER 2025 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin kembali turun hampir 1 persen dalam 24 jam terakhir, dan berada berada di kisaran 106.913 Dolar AS atau sekitar Rp1,69 miliar pada Sabtu siang, 18 Oktober 2025, menurut data CoinMarketCap.

Penurunan ini memperpanjang pelemahan mingguan hingga lebih dari 5 persen. Sejumlah faktor menjadi penyebab, termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, serta tekanan pada beberapa bank regional AS seperti Zions dan Western Alliance. 

Dalam kondisi ini, investor global mulai menghindari aset berisiko dan memilih aset aman seperti emas, yang naik tajam ke 4.312 Dolar AS per ons atau sekitar. Akibatnya, dana senilai 536 juta Dolar AS keluar dari ETF Bitcoin spot.


Meskipun demikian, analis menilai keputusan suku bunga The Fed pada 30 Oktober mendatang bisa menjadi titik balik. Jika bank sentral AS memberikan sinyal penurunan suku bunga (dovish), arus dana bisa kembali mengalir ke pasar kripto.

Tekanan di pasar derivatif juga memperburuk situasi. Likuidasi besar-besaran senilai 1,23 miliar Dolar AS terjadi pada Jumat, dengan posisi long Bitcoin mencapai 453 juta Dolar AS. Total open interest turun 4,8 persen menjadi 996 miliar Dolar AS, menandakan berkurangnya aktivitas spekulatif. 

Di tengah melemahnya pasar, sejumlah analis tetap positif dan menilai kondisi ini bisa menarik pembeli baru yang melihat peluang dari harga rendah. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level MA-200, ada potensi pemulihan jangka pendek, terutama jika The Fed memberi sinyal kebijakan yang lebih longgar akhir bulan ini.

Namun untuk saat ini, tren jangka pendek masih mengarah ke bawah. Investor disarankan tetap berhati-hati, karena tekanan makroekonomi dan ketegangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang bisa mengguncang pasar kripto.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya