Berita

Nusantara

Suara Masyarakat Patriot Bekasi Dukung Program MBG dan Kinerja BGN 

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 23:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dukungan terhadap  program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disuarakan. Bertempat di Margi Utami Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, elemen masyarakat mengatasnamakan diri Aliansi Kehendak Rakyat (Akhera) dan  Justicia Networking Forum (JNF) menggelar Suara Masyarakat Patriot: MBG Program Mulia Untuk Anak  Bangsa, Dukung Kerja Nyata BGN.

Acara yang berlangsung pada Jumat 17 Oktober 2025 ini diikuti perwakilan komunitas masyarakat di Bekasi. Terlihat di lokasi acara didominasi emak-emak dan kaum perempuan yang sangat antusias dengan kegiatan mendukung program MBG. Terlihat juga di lokasi acara spanduk dukungan terhadap BGN yang berbunyi: MBG Efektif Merata dan Berkelanjutan dan Jangan Kendor BGN Kami Mendukung! 

Melani yang merupakan kader Posyandu di Bantargebang  menyatakan bahwa dirinya dan warga di Bekasi sangat terbantu dengan MBG yang menjadi salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto.


"MBG saja mengurangi beban pengeluaran kami sehari-harinya sehingga kami bisa menyisihkan pengeluaran yang biasa digunakan sarapan anak untuk ditabung," kata dia.

" Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah untuk MBG bagi anak-anak kami setiap hari di sekolah," tambahnya.

Riza Ahmad, aktivis Akhera Jawa Barat menyebut agenda suara masyarakat patriot adalah gerakan murni dari masyarakat bawah dan akan terus bergulir kedepan di kota/kabupaten lainnya. Dalam waktu dekat kegiatan serupa akan digelar di Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Garut.

Sedangkan Anto Yulinanto, Kordinator JNF Kota Bekasi menyebut program MBG selain memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, juga telah menyerap ribuan trnaga kerja. Di Bekasi sendiri ada lebih dari 100 SPPG  yang sudah resmi beroperasi dan mempekerjakan dari sekitar.

"Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Dari bahan pangan, tenaga dapur, hingga pelibatan UMKM lokal semuanya menjadi bagian dari rantai manfaat yang Konkrit," kata Anto.

Dia menepis tudingan narasi negatif kepada BGN yang menurutnya disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan kinerja BGN.

"Itu semua tidak benar, hanya Fitnah . Kami menegaskan bahwa MBG merupakan program penting dan sebaiknya tidak ada yang mencoba merecoki, menghambat atau berupaya untuk menghentikan. Mmeski saat ini menghadapi beberapa insiden di lapangan semua sudah ditangani oleh BGN dengan cepat dan tepat," tuturnya.


Memberi makan satu orang saja pahalanya besar, apalagi memberi makan jutaan orang. MBG bukan hanya sekadar program sosial, tetapi juga amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir," imbuhnya.

MBG yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo ditargetkan menjangkau 82 juta penerima manfaat pada tahun 2026, sehingga membutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa ternasuk di dalamnya dukungan dari masyarakat bawah.

Selain itu dia menanggapi usulan agar program MBG diganti menjadi bantuan uang tunai kepada orang tua. Menurutnya, usulan tersebut sangat tergesa-gesa dan kurang tepat. Dia mengimbau agar tidak terhasut dengan berita-berita soal keracunan MBG.

Selain itu dia menekankan BGN sedang melakukan kerja kerja kerasbatas arahan Presiden Prabowo yang melakukan evaluasi menyeluruh pasca munculnya insiden di beberapa daerah.

"Program MBG yang dilakukan Pemerintah melalui BGN adalah fondasi untuk melahirkan generasi emas Indonesia 2045, Tidak mungkin Negara mau mencelakai rakyatnya sendiri sehingga mari kita dukung bersama program MBG demi masa depan anak kita yang lebih baik," tukasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya