Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Tim Eddy Soeparno)

Politik

Eddy Soeparno: Pertumbuhan Ekonomi Harus Selaras dengan Prinsip Berkelanjutan

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 14:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir di ajang ESG Now Award 2025 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis 16 Oktober 2025.

Acara ESG Now ini memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha, perusahaan, komunitas, dan institusi yang dinilai konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas mereka.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan dan Eddy Soeparno turut menyerahkan piagam dan tropi kepada para pemenang dari berbagai kategori.


Eddy Soeparno dalam sambutannya menyampaikan penerapan prinsip keberlanjutan menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkeadilan.

“Saya juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang mampu menjaga keberlanjutan dalam pengembangan usahanya,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Jumat 17 Oktober 2025.

Wakil Ketua Umum PAN itu menegaskan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan harus menjadi arah pembangunan nasional. 

Hal tersebut, kata dia, penting untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial tanpa mengorbankan generasi mendatang.

Doktor Ilmu Politik UI ini juga optimis visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen per tahun dapat terwujud.

Namun, ia berharap bahwa laju pertumbuhan tersebut disertai dengan tata kelola yang baik serta perlindungan terhadap lingkungan dan aspek sosial.

“Upaya pertumbuhan ekonomi mesti dibarengi dengan keberlanjutan agar pertumbuhan yang kita capai berkualitas, menjaga lingkungan hidup, serta memperkuat tata kelola yang baik,” pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya