Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Tembus 4.300 Dolar AS

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 07:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melesat lagi, bahkan melampaui 4.300 Dolar AS seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven. 

Investor pekan ini masih menyoroti ketegangan perdagangan yang kembali memanas antara Washington dan Beijing, terutama setelah AS menuduh ekspansi kontrol ekspor logam tanah jarang (rare earths) oleh China sebagai ancaman bagi rantai pasok global. Sementara, penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS (government shutdown) menunda publikasi sejumlah data ekonomi penting. Pejabat Departemen Keuangan memperingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menekan perekonomian hingga 15 miliar Dolar AS per pekan akibat hilangnya output.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 98 persen bahwa the Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober, serta peluang 95 persen untuk pelonggaran lanjutan pada Desember.


Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja lebih baik di lingkungan suku bunga rendah.

Dikutip dari Reuters, emas spot  melambung 2,62 persen menjadi 4.317,79 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 17 Oktober 2025 waktu setempat, menjadi level tertinggi sepanjang masa. Sementara, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melonjak 2,5 persen menjadi 4.304,60 Dolar AS per ons. 

Sepanjang tahun berjalan, harga logam kuning meroket lebih dari 60 persen, dipicu kombinasi faktor seperti meningkatnya ketegangan geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, tren de-dollarisation, serta arus masuk kuat ke instrumen ETF berbasis emas.

Harga logam lainnya juga melonjak. Harga perak naik 1,4 persen menjadi 53,83 Dolar AS per ons. Platinum melejit 3 persen ke posisi 1.704,10 Dolar AS, sementara paladium melesat 3,2 persen menjadi 1.704,10 Dolar AS.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya