Berita

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang, A. Taufiq Hidayat. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

NU Kecam Trans7: Jangan Pertaruhkan Reputasi Demi Rating!

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 15:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tayangan Xpose Uncensored di Trans7 dinilai telah melanggar prinsip dasar jurnalistik dan etika penyiaran.

Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 itu dinilai merendahkan kiai dan pesantren, terutama karena menampilkan ilustrasi video aktivitas kiai sepuh di Pesantren Lirboyo, Kediri, tanpa konfirmasi pihak terkait.

“Produk jurnalistik wajib hukumnya memperhatikan unsur-unsur di atas. Jika tidak, maka bisa dipastikan hasilnya tidak akurat. Sehingga tidak layak dikonsumsi publik,” kata Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang, A. Taufiq Hidayat dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.


“Media massa punya kewajiban menjelaskan makna di balik gambar, bukan mendistorsi, atau memaknai sendiri gambar yang beredar. Jangan sampai mempertaruhkan reputasi demi rating,” tegasnya.

Menurut dia, prinsip 5W + 1H dalam peliputan berita harus dijalankan agar publik memperoleh informasi yang utuh dan benar. Ia menilai, tayangan Trans7 itu justru bertentangan dengan semangat melawan hoaks yang seharusnya dijaga media arus utama.

“Seharusnya, media massa memberi contoh dengan menayangkan informasi-informasi yang sudah terverifikasi kebenarannya. Bukan malah terbawa arus media sosial yang pada umumnya lebih mementingkan viral ketimbang mendahulukan nilai-nilai kebenaran,” ujar dia.

Taufiq menegaskan, tayangan tersebut juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 5 ayat (1), yang mengatur agar pers menghormati norma agama, kesusilaan, serta asas praduga tak bersalah.

“Pers tidak boleh menghakimi seseorang atau lembaga sebelum ada keputusan hukum tetap. Dalam konteks ini, narasi yang menyudutkan kiai dan pesantren jelas melanggar prinsip itu,” tuturnya.

Taufiq pun mendorong Dewan Pers untuk menindaklanjuti kasus ini dan menilai apakah tayangan Xpose Uncensored melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ). 

Selain itu, ia menilai tayangan tersebut juga melanggar Peraturan KPI Nomor 01/P/KPI/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran (SPS) yang melarang pelecehan terhadap lembaga pendidikan.

“Lembaga penyiaran wajib menghormati perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan yang mencakup keberagaman budaya, usia, gender, dan/atau kehidupan sosial ekonomi,” ungkap Taufiq.

Ia menekankan, kasus ini perlu diproses hukum agar menjadi pelajaran bagi semua media.

“Pertanggungjawaban bukan hanya kata-kata maaf, tapi berani menerima risiko atas perbuatan yang telah dilakukan,” tandasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya