Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Tembus 4.200 Dolar AS

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 08:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas lagi-lagi menggebrak pasar dengan harga yang terus naik, menembus rekor tertinggi baru di atas 4.200 Dolar AS per ons. Lonjakan ini dipengaruhi oleh memanasnya kembali ketegangan perdagangan Amerika-China yang mendorong investor beralih ke aset safe-haven.

Depresiasi Dolar AS turut memperkuat daya tarik emas, setelah Chairman Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa pasar tenaga kerja Amerika masih berada dalam kondisi "lesu dengan tingkat perekrutan dan pemutusan kerja yang rendah". Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung diminati di lingkungan suku bunga rendah serta berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Emas spot di pasar New York melonjak 1,3 persen menjadi 4.195,35 Dolar AS per ons pada perdagangan Rabu 15 Oktober 2025 waktu setempat. Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 0,9 persen menjadi 4.201,60 Dolar AS per ons.


Sepanjang tahun ini, harga emas meroket lebih dari 60 persen, didorong kombinasi berbagai faktor termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, tren de-dolarisasi, serta arus masuk kuat ke produk ETF berbasis emas.

Pasar juga terus mencermati penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) Amerika yang telah menghentikan publikasi data ekonomi resmi dan berpotensi mempersulit pandangan pembuat kebijakan di tingkat global.

Harga perak juga melejit 2,3 persen menjadi 52,64 Dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi 53,60 Dolar AS yang dicapai sehari sebelumnya.  Platinum naik 0,6 persen menjadi 1.647,55 Dolar AS per ons, sedangkan palladium merosot 0,2 persen ke posisi 1.523,66 Dolar AS.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya