Berita

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (Foto: AFP)

Dunia

Israel Ancam Hancurkan Hamas jika Kesepakatan Dilanggar

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Israel mengancam akan melanjutkan pertempuran jika Hamas tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Menteri Pertahanan Israel Katz, pada Rabu, 14 Oktober 2025, mengatakan bahwa ia telah memerintahkan militer untuk menyiapkan rencana penghancuran total terhadap Hamas jika pertempuran kembali terjadi.

“Jika Hamas menolak mematuhi perjanjian tersebut, Israel -- bersama Amerika Serikat -- akan melanjutkan pertempuran untuk memastikan kekalahan total Hamas, mengubah situasi di Gaza, dan mencapai semua tujuan perang,” demikian pernyataan kantor Katz, dikutip dari AFP, Kamis 15 Oktober 2025.


Pernyataan itu muncul setelah sayap bersenjata Hamas mengklaim telah menyerahkan semua jenazah yang bisa mereka akses. Kelompok tersebut mengatakan masih membutuhkan peralatan khusus untuk mengambil lebih banyak jenazah yang dijanjikan sesuai kesepakatan gencatan senjata.

Sebelumnya, militer Israel menyampaikan bahwa Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah menerima dua jenazah sandera tambahan untuk dipindahkan dari Jalur Gaza ke pihak Israel.

Pemindahan jenazah pada Rabu tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Israel menyatakan bahwa salah satu jenazah yang diserahkan sebelumnya ternyata bukan milik sandera. Kejadian ini kembali menguji kestabilan gencatan senjata yang baru saja tercapai.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya