Berita

Mabes Polri. (Foto: polri.go.id)

Publika

Reformasi Polri Butuh Dua Arah

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 01:08 WIB

REFORMASI Polri sejatinya tidak bisa hanya berjalan dari dalam institusi. Reformasi harus menjadi gerak dua arah antara kesungguhan Polri dalam berbenah dan kejujuran masyarakat dalam menilai.

Hal itu sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh calon anggota Komite Reformasi Polri yang juga mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Kinerja Polri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang tidak dapat diabaikan.

Pengakuan Mahfud tersebut bukan sekadar kalimat pujian yang diucapkan untuk menyenangkan telinga. Melainkan penegasan dari seorang tokoh yang sepanjang hidupnya dikenal tegas terhadap hukum, konsisten dalam integritas, dan tidak mudah memberi apresiasi tanpa dasar yang kuat.


Dari aspek penegakan hukum, pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi dalam sistem kepolisian, banyak indikator objektif yang mencerminkan peningkatan efektivitas institusi Polri. 

Berbagai reformasi internal, seperti digitalisasi pelayanan, transparansi rekrutmen, peningkatan kapasitas personel, dan penguatan fungsi pengawasan, menunjukkan bahwa Polri tidak henti-hentinya bergerak menuju institusi yang modern, akuntabel, dan profesional.

Namun di tengah kemajuan tersebut, muncul paradoks yang masih menjadi PR besar, yaitu rapuhnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Sebuah paradoks yang menunjukkan betapa persepsi publik sering tertinggal dari realita factual.

Sebagian besar masyarakat masih melihat Polri melalui kacamata masa lalu. Terlalu cepat menilai dari satu-dua kasus viral, namun abai terhadap ribuan kerja senyap yang menyelamatkan nyawa dan menjaga keselamatan. Kesenjangan persepsi ini sebagian disinyalir dipicu oleh ekosistem informasi yang bias dan sensasional.

Di era media sosial, satu kesalahan anggota bisa menghancurkan reputasi institusi secara keseluruhan, sementara kinerja positif jarang mendapat ruang. 

Padahal, Polri bukanlah kumpulan malaikat, melainkan organisasi besar dengan ratusan ribu manusia di dalamnya. Dan yang membedakan Polri saat ini dengan masa lalu adalah kesungguhannya menindak anggotanya sendiri ketika bersalah.

Kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan selalu menjadi kerja panjang dan tidak bisa dibangun hanya dengan prestasi teknis. 

Kepercayaan menuntut kedewasaan masyarakat dalam menilai, kejujuran media dalam memberitakan, dan keberanian moral Polri untuk terus memperbaiki diri tanpa kehilangan arah.

Sejauh ini Polri sudah berada di jalur yang benar. Memperkuat pelayanan publik, menegakkan hukum secara profesional, dan membuka ruang kritik dengan kepala tegak. Yang kini dibutuhkan adalah keberanian masyarakat untuk melihat fakta dengan jernih, bukan dengan prasangka.

Kinerja Polri yang membaik adalah capaian yang dapat diukur, sementara kepercayaan publik adalah refleksi subjektif yang harus dijaga bersama. 

Jika masyarakat terus menilai citra yang diciptakan oleh distorsi informasi, maka institusi ini akan terus dihukum bukan karena kesalahannya, tetapi karena ketidakmampuan masyarakat membedakan antara persepsi dan kenyataan.

Polri sudah berbuat, sudah berbenah, dan sudah membuktikan. Kini giliran masyarakat untuk beralih dari keraguan menuju pengakuan. Sebab kepercayaan tidak akan tumbuh bila hanya satu pihak yang bekerja keras membangunnya.

R Haidar Alwi 
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) 

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya