Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Stave Forbes di Hotel St. Regis, Jakarta, Rabu malam, 15 Oktober 2025 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Prabowo Cerita Perjuangan dan Dampak MBG ke Bos Forbes

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 22:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan keberhasilan dan tantangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sesi dialog di Forbes Global CEO Conference 2025 yang berlangsung di Hotel St. Regis, Jakarta, Rabu malam, 15 Oktober 2025.

Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku bisnis global, Prabowo menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia di berbagai pelosok daerah.

Prabowo menceritakan pengalamannya selama bertahun-tahun berkeliling desa saat berkampanye. Ia menyaksikan langsung banyak anak mengalami stunting dan kekurangan gizi yang parah.


“Ketika saya berpikir anak laki-laki di depan saya baru berusia empat tahun, ternyata usianya 10 tahun. Begitu juga anak perempuan yang saya kira berusia lima tahun, ternyata 11 tahun. Saya terkejut,” ujar Prabowo kepada Chairman and Editor in Chief Forbes Steve Forbes yang duduk di sebelahnya. 

Kondisi itu mendorongnya untuk merancang program makan siang bergizi gratis seperti yang telah diterapkan di negara-negara lain, termasuk India dan Brasil. 

Ia menegaskan, jika negara dengan pendapatan per kapita lebih rendah seperti India dapat melaksanakan program tersebut secara nasional, maka Indonesia juga bisa.

“Saya berkata kepada tim saya, jika India bisa, mengapa Indonesia tidak bisa?” tegasnya.

Sejak diluncurkan, program MBG berkembang pesat. Prabowo menyebut kini telah ada 11.900 dapur umum yang setiap hari menyiapkan makanan bergizi untuk 35,4 juta anak, jumlah yang ia sebut setara dengan memberi makan tujuh negara Singapura.

“Beberapa jam yang lalu, kita sudah punya 11.900 dapur. Dan kita memberi makan 35,4 juta mulut hari ini,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta konferensi.

Prabowo juga mengakui adanya sejumlah tantangan, termasuk insiden keracunan makanan di beberapa daerah. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah kasus sangat kecil dibandingkan skala program yang masif.

“Statistiknya hanya 0,0007 persen. Bahkan satu kasus pun tidak bisa diterima, tapi kami terus memperbaiki SOP, membeli peralatan baru, dan memperketat pengawasan,” kata dia.

Program MBG tak hanya berdampak pada kesehatan anak-anak, tetapi juga pada perekonomian lokal, terutama sektor pertanian dan penyediaan bahan pangan. 

Prabowo menyebut pembangunan dapur umum dan rantai pasok bahan lokal membuka lapangan kerja dan mendorong produktivitas petani.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya