Berita

Ilustrasi. (Foto: Instagram Faktabola)

Sepak Bola

Indonesia dan Irak Dirugikan Imbas AFC Ubah Format Tuan Rumah

Arab Saudi Diuntungkan
RABU, 15 OKTOBER 2025 | 21:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengamat sepak bola Kesit B. Handoyo menilai langkah Irak memprotes pelaksanaan Round ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, format dan jadwal kompetisi justru terlihat memberi keuntungan besar bagi tuan rumah Arab Saudi dan Qatar.

“Sejak sebelum pertandingan dimulai, sejumlah negara peserta, termasuk Irak dan Indonesia telah menyampaikan kekhawatiran soal potensi ketidakadilan penyelenggaraan,” kata Kesit dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025.


Sambung dia, format awal yang seharusnya digelar di tempat netral justru diubah menjadi di negara peserta, yang dalam hal ini memberi keuntungan bagi tim tuan rumah.

“Sejak awal, Irak dan Indonesia sudah khawatir pertandingan di Arab Saudi dan Qatar akan menguntungkan tuan rumah. Format awalnya seharusnya di tempat netral, tapi AFC tiba-tiba mengubah aturan,” tegasnya.

Kesit menyebut, perubahan format itu membuktikan bahwa AFC tidak konsisten dan terlalu mudah mengubah peraturan, yang pada akhirnya menguntungkan negara tertentu. Ia mencontohkan, dalam aturan awal, tim yang sudah saling bertemu di Round ke-3 seharusnya tidak kembali berhadapan di Round ke-4.

“Indonesia seharusnya tidak bertemu lagi dengan Arab Saudi di Round ke-4 karena sudah bertemu di Round ke-3. Tapi AFC ubah formatnya, dan itu jelas menguntungkan Saudi Arabia dan Qatar,” jelas dia.

Lebih lanjut, Kesit menilai ketimpangan waktu istirahat antar tim juga menjadi sorotan serius. Irak, yang baru selesai melawan Indonesia, hanya memiliki waktu istirahat dua hari sebelum menghadapi Arab Saudi. 

Sebaliknya, Arab Saudi mendapat waktu istirahat enam hari penuh sebelum laga kontra Irak.

“Ini jelas tidak adil. Irak kelelahan karena jadwal yang mepet, sementara Saudi punya waktu istirahat jauh lebih panjang. Unsur kesengajaan dari AFC sangat terasa,” ujar Kesit.

Ia menilai protes keras yang diajukan Irak kepada AFC sepenuhnya beralasan. Menurutnya, pola serupa juga sempat dirasakan oleh Indonesia dalam laga melawan Irak dan Arab Saudi di babak yang sama.

Indonesia sebelumnya sempat melayangkan keberatan terhadap penunjukan wasit dalam laga melawan Arab Saudi.

Meskipun akhirnya pertandingan dipimpin wasit asal Kuwait yang dinilai cukup netral, tim Garuda tetap mengalami kesulitan akibat faktor jadwal yang ketat dan atmosfer stadion yang sepenuhnya menguntungkan tuan rumah.

Kesit menegaskan, AFC perlu melakukan evaluasi mendalam agar integritas turnamen tidak dipertanyakan.

"Konsistensi AFC sedang diuji. Jangan sampai keputusan yang menguntungkan tuan rumah justru merusak semangat fair play,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya