Berita

Mantan Presiden Suriah Bashar Al-Assad (Foto: Reuters)

Global

Rusia Bantah Racuni Bashar Al-Assad di Moskow

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 14:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Rusia membantah keras laporan sejumlah media Arab yang menyebut mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menjadi target upaya pembunuhan dengan racun saat berada di Moskow.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menegaskan kabar yang beredar sama sekali tidak berdasar dan bersifat spekulatif.

“Rusia memberikan suaka kepada Bashar al-Assad dan keluarganya semata-mata atas alasan kemanusiaan. Ia tidak menghadapi masalah apa pun selama tinggal di ibu kota kami, dan tidak ada kasus keracunan yang terjadi," tegasnya, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu, 15 Oktober 2025.


Pernyataan Lavrov muncul menyusul laporan sejumlah media yang mengklaim Assad sempat dirawat di sebuah rumah sakit di pinggiran Moskow setelah diduga mengalami percobaan pembunuhan melalui racun. 

Kondisinya kini dilaporkan stabil setelah menjalani perawatan intensif.

Selama masa perawatan, akses terhadap Assad disebut sangat terbatas. Hanya saudara laki-lakinya, Maher al-Assad, serta mantan Sekretaris Jenderal Urusan Kepresidenan, Mansour Azzam, yang diperbolehkan menemuinya.

Ini bukan kali pertama isu serupa beredar. Pada Januari 2025, rumor mengenai percobaan peracunan terhadap Assad juga sempat mencuat, namun tidak pernah terbukti kebenarannya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya