Berita

Orang-orang berkumpul sebelum pembebasan sandera Israel di Tel Aviv, Israel, Senin, 13 Oktober 2025. (Foto AP)

Dunia

Hamas Bebaskan Tujuh dari 20 Sandera Israel

SENIN, 13 OKTOBER 2025 | 15:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hamas telah membebaskan tujuh dari 20 sandera Israel yang masih hidup setelah lebih dari 783 hari ditawan di Gaza. 

Informasi tersebut disampaikan oleh militer Israel (IDF) pada Senin pagi waktu setempat, 13 Oktober 2025. 

Ketujuh sandera yakni Matan Engerst, Guy Gilboa Dalal, Alon Ohel, Gali dan Zivi Berman, Eitan Mor, serta Omri Miran. Mereka diserahkan kepada Palang Merah sebelum dijemput oleh militer Israel di Re’im Reception Point dekat perbatasan Gaza untuk dipertemukan kembali dengan keluarga.


Keluarga Omri Miran, yang diculik pada 7 Oktober 2022 di Kibbutz Nahal Oz, menyampaikan rasa haru atas kepulangan sang ayah setelah lebih dari dua tahun. 

“Setelah lebih dari 700 hari yang panjang dan menyakitkan, Omri akhirnya akan menerima pelukan penyembuh dari anak-anaknya,” demikian pernyataan keluarga, seperti dimuat The Guardian.

Presiden Israel Isaac Herzog menyambut gembira perkembangan ini. 

“Dengan syukur kepada Tuhan, kami menyambut orang-orang tercinta kami. Kami menunggu semua, setiap orang terakhir,” ujarnya.

Pemerintah Israel juga telah menyetujui daftar 1.718 tahanan Palestina yang akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Setelah pembebasan para tahanan, jenazah 28 sandera Israel yang tewas juga akan dipulangkan.

Di Tel Aviv, sekitar 65 ribu orang berkumpul di Hostages Square untuk menyambut kabar pembebasan. Sorakan menggema saat diumumkan bahwa ketujuh sandera telah diserahkan kepada Palang Merah. 

Suasana semakin riuh ketika diumumkan bahwa pesawat Air Force One yang membawa Presiden Amerika Serikat Donald Trump melintas di atas kerumunan menuju Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem.

Sebelum mendarat, Trump menyatakan bahwa perang di Gaza telah berakhir. Ia dijadwalkan bertemu dengan keluarga sandera dan beberapa korban yang dibebaskan, serta akan melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk memimpin KTT Perdamaian bersama Presiden Abdel Fattah el-Sissi dan sejumlah pemimpin regional.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya