Berita

Ilsutrasi. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Global

KNRP:

Gencatan Senjata dengan Israel Kemenangan Pejuang Palestina

MINGGU, 12 OKTOBER 2025 | 04:04 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah Israel resmi mengesahkan kerangka kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Hamas. Langkah ini membuka jalan bagi penghentian serangan di Gaza dalam waktu 24 jam serta pembebasan sandera Israel. 

Menurut Sekretaris Jenderal Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Suhartono, perlawanan pejuang Palestina, khususnya Hamas, berhasil membuat Israel tidak bisa lagi mengalahkan mereka secara militer.
 
“Kesepakatan gencatan senjata yang terjadi saat ini bisa dianggap sebagai kemenangan bagi pejuang Palestina. Meskipun banyak tantangan yang masih ada, perjuangan ini menunjukkan bahwa Israel, sebagai penjajah, tidak bisa mengalahkan tekad dan semangat juang rakyat Palestina yang tidak kenal lelah,” tutur Suhartono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 11 Oktober 2025.
 

 
Ia juga mengkritik keras aksi-aksi Israel yang dinilai telah melakukan kejahatan perang terhadap warga Palestina, termasuk anak-anak yang menjadi korban dari serangan yang terus-menerus. Suhartono menyebut bahwa apa yang dilakukan Israel merupakan sebuah bentuk "pembunuhan perlahan secara sistematik" yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
 
“Tujuan utama dari Israel adalah untuk menghapuskan identitas Palestina dan membuat rakyat Gaza hidup dalam ketakutan dan penderitaan tanpa akhir.”
 
Lanjut dia, solusi dua negara justru menguntungkan Israel dan memperpanjang eksistensi negara penjajah tersebut.
 
"Solusi dua negara ini hanyalah cara untuk mengakui eksistensi Israel, yang pada kenyataannya adalah penjajah, Israel tidak akan pernah mengakui kedaulatan Palestina dan akan terus berusaha menundukkan rakyat Palestina dengan cara yang sangat kejam,” jelasnya.
 
Suhartono memandang bahwa Hamas sebagai satu-satunya kekuatan yang dapat melawan penjajahan Israel. Ia menilai bahwa meskipun ada upaya internasional untuk mendesak gencatan senjata, perjuangan Palestina masih jauh dari selesai.
 
"Gencatan senjata ini bukan akhir dari perjuangan. Hamas tetap akan melawan hingga Palestina benar-benar bebas," tandasnya.
 

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya