Berita

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor BPKP, Matraman, Jakarta Timur, Jumat 10 Oktober 2025. (Foto: Humas BPKP)

Politik

Kemenkeu-BPKP Kolaborasi Dongkrak Penerimaan Negara

SABTU, 11 OKTOBER 2025 | 01:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjalin kolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk mendongkrak penerimaan negara.

Nota kerja sama antara Kemenkeu dengan BPKP dilakukan di Kantor BPKP, Jalan Pramuka, Utan Kayu, Mataraman, Jakarta Timur, Jumat, 10 Oktober 2025.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menjelaskan, tanda tangan kerja sama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penerimaan keuangan negara.


"Perlu adanya perbaikan kinerja pengumpulan perpajakan melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi pada seluruh sektor," ujar Ateh dalam keterangan tertulisnya, Jumat 10 Oktober 2025.

Lebih spesifik, Ateh memaparkan kerja sama yang dibangun dengan Kemenkeu dilakukan dengan Direktorat Jenderal Pajak, untuk mengoptimalkan pemungutan pajak. 

Dia mengatakan, tiga isu utama terkait penerimaan keuangan negara, yang dibahas dengan Purbaya adalah ketidakmerataan beban perpajakan pada sektor usaha, insentif perpajakan tinggi namun belum terukur dampaknya, dan fragmentasi pengelolaan penerimaan negara. 

Terkait fragmentasi pengelolaan penerimaan negara, Ateh menyebut tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terindikasi belum dirancang terintegrasi secara penuh dengan kerangka besar penerimaan negara, sehingga berimplikasi pada tidak tergalinya potensi PNBP.

"Saya berharap melalui perjanjian kerja sama ini dapat membantu meningkatkan penerimaan negara," pungkas Ateh.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya