Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: TASS)

Dunia

Pertama Kalinya Putin Akui Rudal Rusia Jatuhkan Pesawat Azerbaijan

JUMAT, 10 OKTOBER 2025 | 11:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengakui bahwa sistem pertahanan udara negaranya bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines pada Desember 2024 yang menewaskan 38 orang. 

Ini merupakan pengakuan publik pertama Rusia setelah berbulan-bulan ketegangan dengan Azerbaijan. Putin menjelaskan bahwa rudal pertahanan udara Rusia ditembakkan untuk menargetkan pesawat nirawak (drone) Ukraina, namun meledak di dekat pesawat penumpang Azerbaijan yang tengah bersiap mendarat di Grozny, Chechnya. 

“Rudal itu salah sasaran karena kerusakan teknis,” ujarnya, dikutip dari Associated Press, Jumat, 10 Oktober 2025.


Insiden tragis itu terjadi pada 25 Desember 2024, ketika pesawat Embraer 190 milik Azerbaijan Airlines yang terbang dari Baku mencoba mengalihkan pendaratan ke Kazakhstan barat setelah terkena ledakan rudal. Pesawat akhirnya jatuh dan menewaskan 38 dari 67 orang di dalamnya.

Putin menyampaikan pernyataannya saat bertemu Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di Dushanbe, Tajikistan, pada Kamis di sela-sela pertemuan puncak negara-negara bekas Uni Soviet. Ia berjanji akan menghukum pihak yang bertanggung jawab serta memberikan kompensasi bagi keluarga korban.

Sebelumnya, beberapa hari setelah kecelakaan itu, Putin hanya menyampaikan permintaan maaf tanpa mengakui kesalahan langsung. Langkah itu memicu kritik dari Presiden Aliyev yang menuduh Moskow mencoba “menutupi” insiden tersebut.

Kecelakaan ini sempat mengguncang hubungan erat Moskow dan Baku. Ketegangan meningkat setelah insiden lain yang melibatkan penangkapan warga Azerbaijan di Rusia dan warga Rusia di Azerbaijan.

Putin menutup pernyataannya dengan nada duka. “Kata-kata simpati tidak akan mengembalikan mereka yang telah tiada,” ujarnya, menegaskan bahwa Rusia akan berusaha memulihkan kepercayaan Azerbaijan dan memberikan keadilan bagi korban.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya