Berita

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kanan). (Foto: Dokumentasi Humas Bappenas)

Bisnis

Kepala Bappenas:

Indonesia Salt Institute jadi Milestone Swasembada Garam

KAMIS, 09 OKTOBER 2025 | 01:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Indonesia tengah bersiap membentuk Indonesia Salt Institute atau Institut Garam Nasional sebagai langkah besar menuju kemandirian garam nasional. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut lembaga ini akan menjadi kombinasi antara pelaku usaha, akademisi, dan mitra pembangunan yang bersama-sama memperkuat ekosistem pergaraman nasional.

“Kita akan membangun Indonesia Salt Institute yang merupakan kombinasi antara pelaku usaha, akademisi, dan mitra pembangunan yang nantinya akan menjadi milestone dalam program swasembada garam kita,” ujar Rachmat dalam agenda Penandatanganan Kerja Sama Pengembangan Lahan Garam dan Industri di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.


Struktur awal lembaga ini akan melibatkan sejumlah tokoh strategis. Di jajaran Board of Advisors terdapat Rachmat Pambudy (Menteri PPN/Bappenas), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), serta Abraham Mose (Direktur PT Garam). Sementara itu, Board of Directors akan diisi oleh Prof. Michael Gautama, Prof. Suhaedi dan Dr. Y. Paonganan.

Rachmat menjelaskan bahwa garam memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih besar dari sekadar bahan konsumsi rumah tangga. Garam dapat dikembangkan menjadi bahan baku kosmetika, farmasi, industri, hingga baterai. 

“Kita ingin mengembangkan garam agar bisa digunakan di bidang kedokteran, industri, dan bahan-bahan lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tidak hanya sekadar garam krosok atau garam pengawet makanan saja,” ucapnya.

Kerja sama dengan K-Utec Salt Technology Germany, PT Garam, serta sejumlah pemerintah daerah diharapkan dapat menghasilkan garam dengan kualitas industri yang tinggi. 

Pemerintah juga menegaskan bahwa Indonesia Salt Institute akan berperan penting dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi garam berbasis nilai tambah.

Beberapa daerah yang menandatangani kerja sama pengembangan lahan garam dan industri meliputi Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Timor Tengah Utara di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Kabupaten Gresik di Jawa Timur. 

“Kami berharap kerja sama ini menjadi momentum untuk mengembangkan industri garam secara terintegrasi yang juga melibatkan petani,” pungkas Rachmat

Langkah pembentukan Institut Garam Nasional dilakukan di tengah kebutuhan besar akan garam industri dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi garam nasional pada tahun 2023 mencapai 2,5 juta ton, melebihi target 1,7 juta ton. 

Namun, kebutuhan nasional masih mencapai sekitar 4,9 hingga 5 juta ton per tahun, dengan sebagian besar diserap oleh sektor industri. Kementerian PPN/Bappenas menargetkan swasembada garam dapat tercapai pada tahun 2027, seiring dengan pengembangan kawasan produksi baru di berbagai daerah, termasuk proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) seluas 10.000 hektare di Rote Ndao, NTT.

Pemerintah juga tengah mempercepat transformasi tambak tradisional menuju tambak modern melalui penerapan teknologi seperti vacuum salt, geomembran, mekanisasi, dan sistem pengolahan berbasis efisiensi energi. Upaya ini sejalan dengan agenda hilirisasi komoditas kelautan agar garam Indonesia tidak hanya menjadi bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk turunan bernilai tinggi.

Keberadaan Indonesia Salt Institute diharapkan menjadi ujung tombak penguatan riset, inovasi, dan transfer teknologi dalam sektor pergaraman nasional. Lembaga ini akan fokus pada peningkatan standar dan mutu produksi agar garam nasional memenuhi spesifikasi industri, mendorong hilirisasi produk turunan seperti farmasi, kosmetik, dan baterai, serta membuka ruang bagi petambak rakyat untuk terlibat aktif dalam rantai industri.

Selain berorientasi ekonomi, pengembangan garam nasional juga menuntut perhatian terhadap aspek lingkungan dan keberlanjutan. Ekspansi tambak baru perlu mempertimbangkan ekosistem pesisir dan keseimbangan sumber daya alam. Pemerintah berkomitmen agar setiap kebijakan dan proyek pembangunan industri garam tetap memperhatikan dampak ekologis serta kesejahteraan masyarakat lokal.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap program swasembada garam tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi kebijakan nyata yang berbasis riset, inovasi, dan keberlanjutan. Indonesia Salt Institute diharapkan menjadi fondasi baru bagi kemandirian industri garam nasional dan simbol kebangkitan ekonomi kelautan Indonesia di masa depan. 


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya